news

Sosok Perempuan Terjun Politik, Inilah Perbandingan Peta Politik Tiga Srikandi Jawa Timur pada Pilkada 2024

Jumat, 30 Agustus 2024 | 17:30 WIB
Tiga Srikandi dalam Pilkada Jawa Timur 2024: Khofifah Indar Parawansa, Tri Rismaharini dan Luluk Nur Hamidah (Kolase Instagram @trirismaharini, @luluknurhamidah1, @khofifah.ip)

SketsaNusantara.id - Hillary Clinton pernah mengatakan bahwa hak-hak perempuan adalah hak asasi manusia, mungkin ini pula yang saat ini sedang diambil oleh tiga srikandi Indonesia.

Ya, tiga srikandi Indonesia yakni Khofifah Indar Parawansa, Tri Rismaharini serta Luluk Nur Hamidah.

Berani maju dalam Pilkada 2024 menunjukkan betapa perempuan juga berhak maju mengambil hak dan peluangnya sebagai perempuan dan sebagai manusia pada setiap kesempatan.

Baca Juga: Heboh! Mulyono and The Gank Disebut-sebut jadi Penyebab Gagalnya Anies Baswedan Diusung PDIP Maju Pilkada Jawa Barat

Lalu seberapa besar sih kekuatan masing-masing Srikandi kita ini? Yuk simak selengkapnya seperti dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube KOMPAS TV.

Berikut peta kekuatan politik dalam Pilkada Jawa Timur 2024 yang melibatkan tiga tokoh perempuan yang dikenal sebagai "Tiga Srikandi": Khofifah Indar Parawansa, Tri Rismaharini (Risma), dan Luluk Nur Hamidah. 

1. Khofifah Indar Parawansa

Khofifah, yang saat ini menjabat sebagai Gubernur Jawa Timur, yang diusung oleh 15 partai politik. Kekuatan politiknya masih dianggap unggul dibandingkan dengan para pesaingnya. Sebagai incumbent, ia memiliki keuntungan dalam hal pengalaman dan jaringan politik yang luas.

Baca Juga: Masih Berikan Senyuman Meski Resmi Batal Berlaga di Pilkada 2024, Anies Baswedan: Happy...

Khofifah yang saat ini berpasangan dengan Emil Dardak dianggap sebagai calon yang paling unggul dibanding pasangan yang lain dengan elektabilitas 26,8 %.

2. Tri Rismaharini (Risma)

Risma, mantan Wali Kota Surabaya, juga merupakan kandidat kuat dalam kontestasi ini dimana ia memiliki elektabilitas 13,6 % di bawah Khofifah.

Risma yang saat ini diusung oleh PDIP dikenal dengan berbagai program inovatif yang telah dilakukannya selama menjabat di Surabaya. Meskipun tidak memiliki dukungan partai sebanyak Khofifah, popularitasnya di kalangan masyarakat bisa menjadi faktor penentu.

Baca Juga: Positif Batal Ikut Pilkada 2024, Anies Baswedan Tetap Ajak Masyarakat Ciptakan Demokrasi yang Sehat

Halaman:

Tags

Terkini