news

Tak Silau dengan Elektabilitas Anies Baswedan, Inilah Analisa Pakar Tentang Kenapa Anies Tak Dipilih PDIP Melaju di Pilkada Jakarta

Rabu, 28 Agustus 2024 | 19:45 WIB
Anies Baswedan gagal melaju di Pilkada Jakarta? Ada kejutan apa selanjutnya? (Instagram.com/@aniesbaswedan)

SketsaNusantara.id - Mengejutkan banyak pihak ketika gembar gembor bahwa PDIP akan mengusung Anies Baswedan dan digandengkan bersama Rano Karno pada kontestasi Pilkada 2024 ternyata meleset jauh.

Justru kini Pramono Anung yang kemudian maju bersama Rano Karno sebagai calon gubernur DKI Jakarta periode tahun 2024 hingga 2029.

Tentunya hal ini menjadi banyak pertanyaan masyarakat kenapa tiba-tiba pilihan Megawati selaku Ketua Umum PDIP langsung berubah.

Baca Juga: Anies Baswedan Gagal Maju Pilkada dari PDIP, Sosok Ini Bongkar Orang yang Telah Menjegal Abah

Untuk itu seorang dosen sekaligus analis politik Adi Prayitno berikan analisanya mengapa PDIP batal usung Anies Baswedan.

"Ini adalah satu cerminan menunjukkan kaderisasi bagi PDIP jauh lebih penting daripada mengusung pihak eksternal," analisa Adi Prayitno dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube tvOneNews.

Adi Prayitno menyebutkan bahwa kalau melihat angka statistik nama Pramono Anung tak pernah masuk survey sebagai sosok yang dinilai berpotensi untuk masuk kontestasi Pilgub daripada Anies Baswedan.

Baca Juga: PDIP Resmi Usung Pramono-Rano Karno di Pilgub Jakarta, Netizen Buat Pantun Sindir Pendukung Anies Baswedan

Untuk itu ketika PDIP kemudian memutuskan Pramono Anung dan Rano Karno, menunjukkan bahwa PDIP merupakan partai yang akan mengedepankan kadernya yang terbaik, meski tak pernah muncul elektabilitasnya di survey daripada non kader.

"Yang kedua, PDIP memang sepertinya tak terlalu silau dan tergoda dengan nama-nama eksternal seperti Anies Baswedan dan tidak pernah silau dengan elektabilitasnya Anies yang paling signifikan," tegas Adi Prayitno.

Lebih jauh ia menjelaskan bahwa bagi PDIP bisa saja Anies itu dianggap tak memiliki komitmen dan kontribusi apapun terhadap PDIP selama ini sehingga ia tak cukup layak diusung PDIP dalam pertarungan politik.

Baca Juga: Gak Jadi Bareng Anies! Rano Karno Fix Dampingi Pramono Anung Maju Pilkada Jakarta, Unggahan Cuplikan Video Benyamin Sueb di Sosmednya Jadi Sorotan

Jadi wajar jika oada akhirnya, secara final pdip kemudian lebih memilih mendahulukan kadernya daripada eksternal meski menjanjikan kemenangan.

Untuk itu, karena pasangan Pramono Anung dan Rano Karno tak begitu populer maka PDIP harus segera melakukan kampanye politik untuk melawan kepopuleran Ridwan Kamil dan pasangannya.

Halaman:

Tags

Terkini