Selain itu, Aulia Risma juga mengaku tak diberi kesempatan untuk istirahat, bahkan keluar untuk sekedar minum air putih.
"Tiap aku bangun tidur, badanku sakit semua, Pah. Punggung aku sakit, kalau bangun itu harus pelan-pelan," kata Aulia sambil menangis.
"Selama di Bangsal, aku mau minum aja susah, sampai aku suruh CS (cleaning service) aku kasih uang buat nitip minum karena keluar ke kantin aja gak boleh," ungkapnya.
Curhatan Aulia Risma makin pilu, usai sang dokter muda menyatakan dirinya tak sanggup bertahan dengan PPDS Undip yang membuatnya kewalahan.
Terlebih, atas perlakuan senior-seniornya dan kerja full 24 jam, padahal PPDS di universitas lain tidak ada yang seperti ini.
"Bener-bener ya, Pah.. program (PPDS Undip) di sini itu kacau.. Aku tanya temenku yang di UNS itu gak 24 jam," ujar Aulia sambil sesenggukan menangis.
Aku gak tahu bisa (bertahan) apa nggak pah di sini," pungkasnya sambil terus menangis.
Rekaman suara Aulia Risma itu menuai reaksi publik dan tak sedikit netizen ikut merasakan kesedihan yang dialami korban.
Warganet ramai mengutuk aksi perundungan dan ikut 'colek' akun Twitter Undip agar menindak lanjuti kasus perundungan di lingkungannya.
Warganet juga mendesak polisi agar menangkap pelaku bullying yang menyebabkan Aulia Risma mengakhiri hidupnya sendiri agar tak terulang kejadian yang sama di kemudian hari.
Baca Juga: Dituding Hamil oleh Asisten Nikita Mirzani, Sosok Ini Tunjukkan Fakta Kehamilan Lolly
"Ya Allah miris banget, ini kampus kedokteran atau mau didik mahasiswanya untuk jadi budak? turut berduka @undip, programnya kacau, orang-orang yang melakukan hal-hal jahat harus segera diadili," komentar akun @fadil_kidd.