Netizen menilai solidaritas masyarakat bahkan lebih baik daripada pemerintah sendiri apalagi keluarga Jokowi yang dianggap "tone deaf" alias tak peduli dengan rakyatnya.
"Driver ojol yang nolak bayaran setelah nganter peserta aksi demo ke gedung DPR, ibu-ibu dan pedagang asongan yang bagiin makan-minum gratis ke semua orang yang turun ke jalan, mereka lebih punya empati ketimbang Erina Gudono yang ngabisin duit 400 ribu buat makan roti, tone deaf!" komentar akun @hachi_.
"Ikut nangis baca tweet kalian, para pejuang yang lagi turun ke jalan semoga diberikan keselamatan dan kesehatan. Maaf saya cuma bisa bantu doa, Allah tidak tidur pasti dengar keluh kesah rakyat Indonesia," imbuh akun @Vinoo50.
"Panjang umur untuk orang-orang baik, padahal mereka belum tentu hari ini bisa makan tapi peduli bagi-bagi makanan gratis. Beda banget sama ibu-ibu yang lagi joget-joget di atas penderitaan rakyat," komentar akun @soowide.
Aksi Demo Darurat Indonesia dipicu karena Badan Legislasi DPR RI menganulir Putusan MK dan merevisi UU Pilkada merujuk pada syarat usia pencalonan kepala daerah.
Revisi Undang Undang yang dinilai melenggangkan dinasti politik Jokowi sehingga Kaesang maju pada Pilkada 2024 dan merusak Demokrasi Indonesia.
Sementara itu, DPR telah menunda sidang paripurna pengesahan revisi UU Pilkada karena peserta yang hadir tidak memenuhi kuorum.
Meski Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad telah menyatakan secara resmi melalui akun media sosialnya, tapi masyarakat tidak percaya dan tetap terus mengawal Putusan MK karena bersifat final dan mengikat.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!