SketsaNusantara.id- Aksi para demonstran di Semarang dikabarkan mendapatkan tindakan dari pihak kemanan.
Saat ini tengah dilakukan aksi tolak RUU Pilkada yang berlangsung pada Kamis, 22 Agustus 2024, di beberapa wilayah Indonesia.
Salah satu yang melakukan aksi tersebut adalah wilayah Semarang. Para demonstran mengepung kawasan DPRD Jawa Tengah.
Baca Juga: Ngeri! Bapak Kos di Semarang Kepergok Makan Daging Kucing, Ini Barang Bukti yang Disita Polisi
Kondisi aksi tersebut memanas terutama di Semarang. Bagaimana tidak, para demonstran berusaha untuk mendobrak pintu keamanan DPRD Jateng.
Karena ricuh, polisi pun turun tangan dengan menambakkan gas air mata dan water canon kepada massa.
SketsaNusantara.id melansir dari Twitter @GUSDURians, akhirnya beberapa demonstran mengalami luka dan harus dilarikan ke rumah sakit.
"Saat ini ada sebelas peserta aksi #KawalPutusanMK di Semarang yang harus dilarikan ke rumah sakit. Bagi yang ingin membantu peserta aksi dengan donasi, bisa melalui norek tertera," tulisnya.
Diketahui bahwa aparat keamanan menembakkan gas air mata di tengah kerumumunan warga dan mahasiswa.
Yakni saat mereka menyampaikan aspirasi di Semarang untuk mengajukan penolakan terhadap RUU Pilkada.
"Stay safe para pejuang demokrasi," tambahnya.
Para korban gas air mata oleh petugas keamanan itu tampak terkulai lemas. Bahkan beberapa dari mereka ada yang perempuan.