SketsaNusantara.id - Reza Rahadian orasi di depan aksi kawal putusan MK pada hari ini, Kamis 22 Agustus 2024 dimana dijadwalkan rapat paripurna pengesahan undang-undang Pilkada oleh DPR RI.
Sementara itu sejumlah massa menggelar aksi demo di luar gedung DPR RI untuk menolak pengesahan UU Pilkada. Aksi itu diramaikan massa mahasiswa, masyarakat hingga aktor Reza Rahadian dan sejumlah komika tanah air.
Seperti dilansir SketsaNusantara.id dikutip dari kanal YouTube KOMPAS TV, pada akhirnya rapat paripurna pengesahan UU Pilkada oleh DPR RI ini ditunda karena tak penuhi kuorum.
Baca Juga: Panas! Turun Tangan Terkait RUU Pilkada, Ernest Prakasa Sentil 'Dinasti Jokowi'
Yang hadir pada rapat pengesahan itu hanya 86 orang, 85 izin dengan anggota DPR yang jumlahnya lebih dari 500 orang serta tak sampai setengah fraksi yang hadir pada agenda tersebut.
Untuk itulah sesuai denagn peraturan yang berlaku maka rapat itu kemudian ditunda sehingga agenda pengesahan revisi UU Pilkada tak jadi dilaksanakan.
Sementara itu sejumah massa mengadakan aksi kawal putusan MK untuk memdesak agar DPR menerima keputusan MK dan menolak pengesahan UU Pilkada.
Diantara para pendemo itu banyak terdapat artis diantaranya Reza Rahadian serta komika Arie Kriting, Cing Abdel, Abdur, Yuda Keling dan masih banyak yang lainnya.
Massa yang terdiri dari mahasiswa serta elemen buruh menyambut meriah kedatangan artis serta para komika tersebut dimana salah satu aktor yang berikan orasi adalah aktor Reza Rahadian.
"MK sedang melambangkan citranya yang sempat porak poranda sebelumnya, dan hari ini kita sudah mendapatkan sebuah keputusan yang sangat kita hormati dari MK," ujar Reza Rahadian.
"Tapi masih saja kita dibegal, tadi saya menulis kalau sebuah institusi sedang melakukan perbuatan untuk mengembalikannya sebagi konstitusi, lalu kita hari ini mendapatkan bahwa keputusan MK dianulir oleh lembaga yang katanya wakil-wakil kita semua, lalu yang di dalam sana itu wakil siapa?," tambah sang aktor sambil menunjuk ke arah gedung DPR.
Lebih jauh Reza Rahadian mengungkapan banyak harapan kepada massa dan masyarakat yang peduli kepada demokrasi, masyarakat yang gelisah melihat demokrasi yang carut marut di negeri ini