news

Transisi yang Smooth! Inilah Alasan Presiden Jokowi Resuffle Menteri pada Akhir Masa Jabatannya

Selasa, 20 Agustus 2024 | 17:30 WIB
Ilustrasi political game Jokowi (Pixabay Leonard_Niederwimmer)

 

SketsaNusantara.id - Masa Jabatan Presiden Jokowi dan kabinetnya hanya tinggal dua bulan lagi namun masih melakukan reshuffle kabinet, apa tujuannya?

Reshuffle kabinet Presiden Jokowi menjelang akhir masa jabatannya mengundang beberapa pendapat miring, terutama datangnya dari PDI Perjuangan yang anggap langkahnya sebagai political game.

Keputusan Presiden Jokowi melakukan reshuffle kabinet dianggap sebagai sebuah permainan politik untuk menghadapi pemerintahan Prabowo ke depan, melumpuhkan PDI Perjuangan dan menguasai sumber pendanaan politik.

Baca Juga: 2 Kadernya Digusur Jokowi dari Kabinet, PDIP Sebut Kemungkinan Yasonna Dianggap Gangguan

Untuk itu, Nusyirwan Soejono selaku Ketua DPP PDI Perjuangan mengatakan bahwa reshuffle kabinet yang dilakukan Presiden Jokowi bsia memiliki banyak pertimbangan.

Namun PDI Perjuangan mengakui bahwa adanya tudingan di atas dari PDI Perjuangan wajar saja mengingat waktu yang begitu dekat dengan masa peralihan pemerintahanan.

Menurut Nusyirwan Soejono, PDI Perjuangan memiliki komitmen terhadap pemerintahan Jokowi untuk mendukung hingga 2 periode yakni 10 tahun berjalan.

Baca Juga: Profil Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM yang Baru Hasil Reshuffle Kabinet Jokowi, Mantan Supir Angkot Asal Maluku

"Soal dianggap sudah tidak diperlukan lagi, itu adalah hak prerogatif presiden," ujarnya, dilansir SketsaNusantara.id dari Youtube Kompas TV.

"Tapi kami sudah komitmen untuk mendukung sampai berakhirnya pemerintahanan Pak Jokowi saat ini," tambahnya.

Namun pihak PDI Perjuangan mengakui bahwa tidak mungkin apa yang dilakukan Presiden Jokowi tak ada kepentingan politik, mengingat apa yang bisa dilakukan oleh menteri yang baru diangkat dengan masa kerja hanya dua bulan saja.

Baca Juga: Isu Hari Ini Jokowi Reshuffle Kabinet, Yasonna Laoly dan Arifin Tasrif Tersingkir?

Grace Natalie selaku staff khusus kepresidenan menjawab alasan reshuffle yang dilakukan Presiden Jokowi pada masa jabatan yang hanya tinggal 2 bulan saja tersebut.

Menurut Grace Natalie, reshuffle menteri tersebut merupakan program jangka panjang, tidak hanya dua bulan namun akan ditambah lima tahun pada masa kepemimpinan presiden terpilih Prabowo Subianto.

Halaman:

Tags

Terkini