news

Pernyataan Sepupu Korban Kecelakaan di Kota Pekanbaru Soal Sikap Keluarga dan Pelaku, Tidak Ada Rasa Cemas Sedikit Pun?

Minggu, 4 Agustus 2024 | 13:00 WIB
Ilustrasi - Kecelakaan mobil di Pekanbaru yang libatkan mahasiswi dan IRT. (Freepik.com.)

SketsaNusantara.id - Belum lama ini, berita menghebohkan datang dari seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) yang tewas tertabrak oleh seorang pengendara mobil Toyota Raize dengan Nomor Polisi BM 1951 FJ.

Insiden kecelakaan tersebut diketahui terjadi di Jalan Tuanku Tambusai, Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru pada Sabtu, 4 Agustus 2024 pagi.

Kompol Alvin Wibawa selaku Kasatlantas Polresta Pekanbaru mengkonfirmasi bahwa korban kecelakaan tersebut bernama Renti Marningsih (46 tahun) yang sedang melintas dengan motor Yamaha Vega ZR dengan Nomor Polisi BM 4697JZ.

Baca Juga: Meriahkan Jember Fashion Carnaval 2024, Pupuk Indonesia Group Tampilkan 22 Artwear Produk UMKM

Sementara itu, penabrak yang mengendarai mobil adalah seorang mahasiswi bernama Marisa Putri (21 tahun) yang datang dari arah yang sama dan kemudian menabraknya dari belakang.

Kecakaan ini menyebabkan Renti mengalami luka berat di kepala dan langsung meninggal dunia di tempat kejadian. 

Berdasarkan info terbaru, Marisa ternyata positif memakai amphetamin usai melakukan tes urin, meskipun sampai sekarang dirinya tidak mau mengakuinya.

Baca Juga: Profil KH Abdul Hakim Mahfudz alias Gus Kikin, Ketua Tanfidz PWNU Jawa Timur Periode 2024-2029, Ternyata Cicit Ulama Besar Indonesia

Saat ini, Polresta Pekanbaru sudah secara resmi menetapkan Marisa Putri sebagai tersangka dan juga ditahan.

Baru-baru ini, sepupu korban menuliskan pernyataan tentang keluhannya terhadap pelaku beserta keluarganya di akun X @jiihan.sw yang dirangkum SketsaNusantara.id.

Ia mengatakan, bahwa pelaku menabrak dan menyeret almarhumah sepupunya dari belakang sejauh 5 meter yang pada saat itu sedang menuju ke pasar di jam 05.45 pagi.

Baca Juga: Profil KH Anwar Manshur, Pengasuh Ponpes Lirboyo yang Terpilih Jadi Rais Syuriah PWNU Jawa Timur Periode 2024-2029

Setelah menabraknya, pelaku yang berkuliah rantau di Universitas Abdurrab Pekanbaru sempat kabur dan dikejar oleh para warga dan ojol, dimana ia diketahui baru pulang dari club saat pagi hari itu.

Setelah kematian sepupunya tersebut, di malam harinya keluarga dari pelaku datang ke rumah keluarga korban untuk meminta maaf dan berharap bisa diselesaikan dengan cara kekeluargaan.

Halaman:

Tags

Terkini