Untuk itulah ia kemudian memiliki panggilan sebagai Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) di depan namanya sehingga kemudian dikenal sebagai Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Ilham Triadi Nagoro.
Tugas Ilham Triadi Nagoro yang juga merupakan seorang tumenggung yang merawat pusaka di Keraton Solo telah menambah kredibilitas dan reputasinya.
Baca Juga: Akan Ada Kirab Duplikat Bendera Pusaka, Inilah Susunan Upacara Bendera di IKN dengan 2 Skema
Kali ini Ilham Triadi diterbangkan khusus dari Banyuwangi ke lokasi IKN di Kalimantan untuk membantu secara non teknis percepatan pembangunan IKN.
Keberangkatan Ilham ke IKN merupakan permintaan langsung dari Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat ia hadir di Banyuwangi Eco Carnival (BEC).
Tugas utama KRT Ilham Triadi Nagoro di IKN adalah untuk mengendalikan hujan agar tidak mengganggu proyek pembangunan yang saat ini sedang dikebut pengerjaannya.
Selama perkembangannya, disebutkan bahwa ia mengalami beberapa gangguan gaib selama menjalankan tugas di IKN.
Hal ini menunjukkan tantangan yang dihadapi oleh pawang hujan dalam melaksanakan tugasnya sebagai penentu kelancaran jalannya proses pembangunan.
Namun beberapa gangguan itu berhasil diatasi KRT Ilham Triadi Nagoro selama di IKN.Untuk itu, kehadirannya sangat diharapkan untuk memastikan kelancaran proyek yang sedang berlangsung.
Saat ini KRT Ilham Triadi Nagoro mendapatkan tugas khusus di mana yang menjadi prioritas utama adalah percepatan pembangunan rusun 13 lantai tipe 98 yang berjumlah 5 unit yang akan dipakai ASN dan sejumlah tamu undangan untuk upacara 17 Agustus 2024 serta peresmian IKN.
Rusun yang dikebut saat ini adalah rusun untuk 2 ribu ASN dan lokasi menginap untuk seluruh undangan saat peresmian dan upacara bendera 17 Agustus 2024.
Untuk itu pembangunan yang didampingi olehnya secara non teknis telah dideadline agar bisa selesai hingga tanggal 10 agustus 2024.