SketsaNusantara.id - Indonesia, dengan cadangan nikel terbesar di dunia, telah menegaskan posisinya sebagai pusat utama nikel global.
Pada 2023, negara ini menyimpan sekitar 21 juta metrik ton nikel, menjadikannya magnet untuk investasi dan perusahaan tambang.
Seiring dengan booming industri baterai listrik yang sangat membutuhkan nikel, sektor nikel di Indonesia semakin menarik perhatian.
Baca Juga: Bebas dari Penjara Usai Kasus Penistaan Agama, Inilah Sosok Panji Gumilang, Pendiri Ponpes Al-Zaytun
Berikut adalah pemain utama di industri ini, seperti dikutip SketsaNusantara.id dari kanal YouTube Studio Langit:
1. PT Aneka Tambang Tbk (Antam)
Sebagai salah satu pemimpin industri, Antam memproduksi 8,62 juta ton bijih nikel dan 24.210 ton feronikel pada 2022, dengan total penjualan nikel mencapai Rp12,03 triliun.
2. PT Vale Indonesia Tbk (Inco)
Bagian dari raksasa Brasil, Vale, Inco beroperasi di Sulawesi Selatan dan Tengah. Pada 2023, pendapatannya melonjak menjadi Rp8,3 triliun, naik 38% dari tahun sebelumnya.
Baca Juga: Profil Sudaryono, Wamentan Baru Mantan Ajudan Prabowo, Batal Maju Pilgub Jateng
3. PT Central Omega Resources Tbk
Meskipun mengalami kerugian Rp148,01 miliar pada kuartal pertama 2023, perusahaan ini tetap beroperasi di Sulawesi Tengah, memproduksi bijih nikel dan feronikel.
4. PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP)
Menguasai 50% produksi hilir nikel sejak 2021, IMIP berlokasi di Morowali, Sulawesi Tengah, dengan investasi mencapai USD 10,2 miliar. IMIP sepenuhnya dikendalikan oleh Sing San Group dari China.