SketsaNusantara.id - Kritik hingga kecaman atas aksi kunjungan 5 tokoh Nahdlatul Ulama (NU) ke Israel terus bermunculan.
Termasuk kritik hingga teguran dari tokoh-tokoh NU, seperti Nadirsyah Hosen yang akrab disapa Gus Nadir.
Mantan Ra’is Syuriah ini bahkan memberikan pernyataan yang cukup panjang terkait aksi kelima cendekiawan NU yang bertemu Presiden Israel, Isaac Herzog.
Ada 4 poin dalam pernyataan Gus Nadir yang ia unggah melalui akun Instagramnya @nadirsyahhosen_official pada 15 Juli 2024.
Salah satunya adalah ketidakpahaman kelima Nahdliyin tersebut tentang struktur pemerintahan Israel.
Seperti yang diketahui, 5 tokoh NU mengunjungi presiden Israel, Isaac Herzog dengan tujuan untuk berdialog.
Baca Juga: 4 Poin Penting Nadirsyah Hosen Kecam Lawatan 5 Aktivis NU ke Israel: yang Untung Cuma...
Gus Nadir menilai dialog kelimanya dengan Presiden Isaac Herzog sia-sia.
Pasalnya, Israel merupakan negara dengan sistem pemerintahan demokrasi parlementer.
Artinya Israel memilik presiden sebagai kepala negara secaa de jure dan perdana menteri.
Jabatan presiden di Israel hanya sebatas peran seremonial, simbol atau penanda kepala negara.