SketsaNusantara.id - Anggota DPD RI terpilih Jawa Timur Lia Istifhama singgung potensi human trafficking mode digotal.
Pasalnya, sudah lebih dari 7 hari ia kehilangan akses akun Google Photo dan Drive usai tindakan peretasan di akun Google-nya, liaistifhama@gmail.com.
Namun, ia mengaku sudah mulai merelakan alias legowo atas musibah yang dialami pada tanggal 20 Juni 2024 lalu.
Kejadiaan naas tersebut ternyata juga bersamaan dengan kasus peretasan Pusat Data Nasional (PDN) lewat serangan Ransomware.
“Tanggal 20 Juni 2024 bagi saya sangat bersejarah, lho. Karena bersamaan dengan diretasnya Pusat Data Nasional (PDN) lewat serangan Ransomware, akun google pribadi saya juga diretas," ujar Lia dalam keterangan tertulisnya, Minggu 30 Juni 2024.
Akibatnya, ia tak bisa lagi mengakses akun Youtube miliknya yang usianya nyaris 10 tahun.
Baca Juga: Kemendag Siapkan Pajak Jumbo untuk Barang Impor dari China, Upaya Lindungi Produk Lokal?
Ia berharap agar Google lebih meningkatkan upaya pengamanan data para penggunanya. Apalagi, Google merupakan platform terpercaya yang menerapkan konsep one stop information, mulai dari penyimpanan data-data pribadi hingga e-commerce.
Perempuan yang akrab disapa Ning Lia itu pun angkat bicara soal adanya potensi human trafficking mode digital.
Menurutnya, perdagangan manusia telah mengalami perkembangan pesat dalam konteks kemajuan teknologi digital.
Di zaman dulu, human trafficking dilakukan dalam wujud manusia nyata. Kini, potensi secara digital semakin terlihat.
Ia memaparkan contoh dari kasus yang ia alami, saat akun yang dia miliki berpindah-pindah negara sampai akhirnya dikuasai link donasi yang beralamat di Belanda hingga Uni Emirat Arab.