"Sejak data nasional kebobolan kemarin, banyak akun gua yang berusaha dibobol mulai dari email sampe youtube," ungkap akun Twitter @geraldxliu, dikutip SketsaNusantara.id.
"Parahnya ga cuma gue ternyata di IG juga rame banyak yang ngaku akunnya kena hack," imbuhnya.
Hal ini pun makin meresahkan, apalagi ada salah satu warganet yang mendapat notifikasi emailnya berhasil dibobol oleh orang asing dari luar negeri.
Biasanya, jika ada orang yang berhasil masuk email seperti gmail misalnya, maka pihak google akan mengirimkan autentifikasi dan memberitahukan adanya aktivitas login untuk memastikan apakah benar pemiliknya telah membuka email dari lokasi lain.
"Guys, coba kalian cek email deh, dua email pribadi dan Microsoft Office gue kena unsuccesfull sign in attemp (upaya paksa masuk) dari morocco, Brazil dan Rusia, padahal gue cuma lagi ada di Indo," ungkap akun twitter @elvinKiju.
Dua akun tersebut kemudian mengajak seluruh warganet Indonesia untuk lekas mengganti password email, dan media sosial mulai dari Instagram, Twitter, thread, TikTok maupun YouTube.
"Sebagian besar data pribadi Indonesia udah bocor, jadi langsunb ganti password sama jangan lupa aktifkan 2 faktor autentifikasinya," saran akun @geraldxliu.
"Saatnya ganti password akun digital guys, pemerintah udah pasrah ga bisa diharapkan lagi dalam menjamin keamanan data kita," imbuh akun @ElvinKiju.
Keluhan warganet ini makin meresahkan apalagi sebelumnya pemerintah mengaku "pasrah" dan gagal memulihkan data yang diretas.
Kominfo menyebut, PDNS di Surabaya yang diserang hacker masih tetap berada di tempatnya hanya terenkripsi dan "tersandera oleh hacker" sehingga tidak bisa dibuka.
Kendati demikian, sudah ada beberapa laporan akun email yang terancam akibat data pribadi bocor sehingga hal ini menjadi perhatian bagi masyarakat dan muncul ajakan ganti password sebagai antisipasi keamanan data digital.***