Konon, masyarakat setempat percaya bahwa Segitiga Masalembo adalah lokasi kerajaan gaib terbesar di Indonesia yang dihuni siluman dan jin.
Versi lain menyebutkan bahwa perairan Masalembo adalah daerah kekuasaan Ratu Malaka, sosok gaib yang diyakini sebagai ibu dari orang-orang suku laut.
Ada pantangan tertentu yang harus diikuti, seperti tidak boleh melewati kawasan tersebut jika terlihat gelombang bergaris putih, karena diyakini sebagai tanda bahaya.
Masyarakat setempat sering mengadakan ritual untuk menghormati penguasa gaib tersebut, terutama sebelum melaut.
Mereka percaya bahwa dengan memberikan persembahan dan doa, mereka akan mendapatkan perlindungan dan perjalanan yang aman.
Mitos dan kepercayaan ini telah menjadi bagian dari budaya dan tradisi lokal yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Penelitian menunjukkan bahwa Segitiga Masalembo berbahaya karena sering terjadi arus laut dan angin yang kuat, serta perbedaan tekanan yang menyebabkan terbentuknya tornado, badai, atau typhoon.
Fenomena ini bisa berubah arah dengan cepat dan mendadak. Kondisi cuaca yang ekstrem ini sering kali sulit diprediksi, menambah tingkat bahaya di kawasan ini.
Para peneliti juga menemukan adanya variasi dalam kedalaman laut di sekitar Segitiga Masalembo, yang dapat menyebabkan arus bawah laut yang kuat.
Kombinasi dari faktor-faktor ini menciptakan kondisi yang berbahaya bagi navigasi dan penerbangan.
Selain itu, adanya medan magnet yang anomali di kawasan ini juga menjadi salah satu hipotesis yang menjelaskan hilangnya kapal dan pesawat.