news

Bukan di Atlantik! Indonesia Juga Punya Segitiga Bermuda Masalembo, Ini 3 Insiden Tragis yang Memakan Korban

Sabtu, 29 Juni 2024 | 10:25 WIB
Masalembo, Segitiga Bermuda Atlantik versi Indonesia. (X/ @sanihanii)

Konon, masyarakat setempat percaya bahwa Segitiga Masalembo adalah lokasi kerajaan gaib terbesar di Indonesia yang dihuni siluman dan jin.

Versi lain menyebutkan bahwa perairan Masalembo adalah daerah kekuasaan Ratu Malaka, sosok gaib yang diyakini sebagai ibu dari orang-orang suku laut.

Baca Juga: Keterlaluan! Dijanjikan Rumah Berlapis Emas di Surga, Pengurus Pondok Pesantren di Lumajang Ini Nikahi Anak Dibawah Umur Tanpa Seizin Orang Tuanya

Ada pantangan tertentu yang harus diikuti, seperti tidak boleh melewati kawasan tersebut jika terlihat gelombang bergaris putih, karena diyakini sebagai tanda bahaya.

Masyarakat setempat sering mengadakan ritual untuk menghormati penguasa gaib tersebut, terutama sebelum melaut.

Mereka percaya bahwa dengan memberikan persembahan dan doa, mereka akan mendapatkan perlindungan dan perjalanan yang aman.

Baca Juga: Keterlaluan! Dijanjikan Rumah Berlapis Emas di Surga, Pengurus Pondok Pesantren di Lumajang Ini Nikahi Anak Dibawah Umur Tanpa Seizin Orang Tuanya

Mitos dan kepercayaan ini telah menjadi bagian dari budaya dan tradisi lokal yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Penelitian menunjukkan bahwa Segitiga Masalembo berbahaya karena sering terjadi arus laut dan angin yang kuat, serta perbedaan tekanan yang menyebabkan terbentuknya tornado, badai, atau typhoon.

Fenomena ini bisa berubah arah dengan cepat dan mendadak. Kondisi cuaca yang ekstrem ini sering kali sulit diprediksi, menambah tingkat bahaya di kawasan ini.

Baca Juga: Profil Kristian Hansen, WNA Viral Asal Denmark yang Sukses Perbaiki Jembatan di Wakatobi: IG, TikTok, YouTube

Para peneliti juga menemukan adanya variasi dalam kedalaman laut di sekitar Segitiga Masalembo, yang dapat menyebabkan arus bawah laut yang kuat.

Kombinasi dari faktor-faktor ini menciptakan kondisi yang berbahaya bagi navigasi dan penerbangan.

Selain itu, adanya medan magnet yang anomali di kawasan ini juga menjadi salah satu hipotesis yang menjelaskan hilangnya kapal dan pesawat.

Baca Juga: Ramai Kelakuan WNA di Bali Meresahkan, Bule Asal Denmark Ini Viral Bantu Warga Wakatobi Perbaiki Jembatan Rusak

Halaman:

Tags

Terkini