news

Sempat Memicu Kekecewaan, Garuda Indonesia Akhirnya Buka Suara soal Pemulangan Jemaah Haji Indonesia

Kamis, 27 Juni 2024 | 21:15 WIB
Ilustrasi pemulangan jamaah haji oleh Garuda Indonesia (Pixabay/dinar_aulia)

SketsaNusantara.id - Maskapai penerbangan plat merah Garuda Indonesia akhir-akhir ini tengah menjadi sorotan lantaran problematika Haji.

Masalah tersebut berkaitan dengan pemulangan jemaah Haji oleh maskapai Garuda Indonesia ke Tanah Air yang diwarnai insiden delay atau penundaan.

Bahkan insiden penundaan kepulangan jemaah Haji ini tidak main-main lamanya, mencapai hingga dua belas jam.

Baca Juga: Akibat Ketidakhadiran Polda Jawa Barat Sidang Ditunda Hingga 1 Juli 2024, Ayah Pegi Setiawan Merasa Kecewa, Ada Unsur Kesengajaan?

Dilansir SketsaNusantara.id dari website Kemenag RI, Jemaah kelompok terbang (kloter) 3 Embarkasi Kualanamu (KNO 03) yang berangkat pukul 18.00 WAS mengalami keterlambatan selama 12 jam.

Jemaah kloter 3 KNO 03 sejatinya telah diberangkatkan menuju Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah sejak Selasa siang 25 Juni 2024.

Tetapi ketika sampai bandara diinformasikan bahwa penerbangan mengalami keterlambatan, sehingga jemaah terpaksa dipulangkan ke hotel sehingga memicu kekecewaan.

Bahkan kloter 3 KNO 03 sebenarnya telah mengalami penundaan terbang ketika berangkat ke Tanah Suci. Sehingga keterlambatan kepulangan menyebabkan banyak jemaah bertanya-tanya.

Baca Juga: MENYALA! Inilah Daftar Oknum Politisi PDIP yang Terjerat Kasus Korupsi, Salah Satunya Hingga Kini Masih dalam Pelarian

Rombongan jemaah KNO-03 seharusnya terbang dari Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah pukul 18.40 WAS, 25 Juni 2024 tetapi diundur menjadi 26 Juni 2024 pagi, sekitar pukul 06.45.

Pihak Garuda Indonesia sendiri telah menyampaikan permintaan maaf berkaitan dengan keterlambatan tersebut dan berjanji untuk memperbaikinya.

Selain itu, maskapai plat merah tersebut juga menyatakan memberikan hotel dan makan bagi para Jemaah yang terdampak.

Keterlambatan pemulangan sendiri sebenarnya dipengaruhi oleh faktor teknis, seperti slot penerbangan yang dikurangi oleh otoritas Arab Saudi hingga kondisi landasan pacu yang terlalu panas.

Baca Juga: Rumor Makin Santer! Kesang Pangarep Digadang Maju Pilkada Jakarta 2024, PAN Siapkan Calon Pendamping yang Kontroversial

Halaman:

Tags

Terkini