Ahad juga membeberkan kondisi terbaru, dan menyebut kobaran api sudah bisa dipadamkan beberapa jam setelah kebakaran terjadi.
"Petugas yang berada di lokasi sudah berupaya memadamkan kobaran api dengan APAR (Alat Pemadam Api Ringan) dan menggunakan air yang tersedia, yang sesuai dengan standar keselamatan dan keamanan operasional sarana prasarana Pertamina," ujar Ahad.
"Terbaru tadi kami mendapat informasi bahwa kobaran api di lokasi sudah dapat dipadamkan," imbuhnya.
Lebih lanjut, Ahad menyebut tidak ada korban jiwa akibat kejadian ini.
"Tidak ada (korban jiwa), hanya saja unit mobil tangki yang mengangkut 24 ribu liter Pertalite mengalami kerusakan dan tabung APAR seberat 9 kg habis terpakai untuk memadamkan api," ungkap Ahad.
Tak hanya itu, Pertamina Patra Niaga juga memastikan pelayanan distribusi BBM di Jawa Timur tidak terganggu akibat kejadian kebakaran tersebut.
Akibat kejadian ini, Pertamina akan menyelidiki penyebab kebakaran dan akan lebih sigap memastikan kondisi aman saat pendistribusian BBM.
"Pelayanan distribusi BBM dari Fuel Terminal Madiun saat ini tidak berdampak dan tidak terganggu akibat insiden ini dan nantinya akan diselidiki penyebab kebakaran," tuturnya.
"Melalui kejadian ini, kami akan selalu berupaya untuk memastikan kondisi seluruh armada distribusi sudah sesuai standar guna memastikan pendistribusian BBM dapat berjalan lancar dan dalam kondisi aman agar kejadian yang seperti ini tidak terjadi kembali ke depannya" pungkas Ahad.***