Lebih lanjut Coky menceritakan soal dugaan korupsi yang dilaporkannya ke Polda Sumatera Utara.
Baca Juga: Angelina Sondakh Bocorkan Permainan Nakal di Lingkup DPR: Modal Tanda Tangan, Dapet Barang Mewah!
Menurutnya, pihak sekolah tak terima dengan laporan yang dilakukannya dan tak mau berdamai sehingga anaknya yang mengganggung konsekuensinya.
"Kami setiap bulan membayar Rp150 ribu, dan sudah banyak pungli dan praktik-praktik korupsi yang dilakukan Kepala Sekolah, laporannya pun sudah dalam tahap pemeriksaan polisi," tutur Coky.
"Ini mereka tidak terima kalau dilaporkan dan karena saya tidak mau berdamai dengan dia, dibikinlah anak saya tinggal kelas dengan alasan absen, tidak masuk akal!," ucap Coky.
Dugaan ini diperkuat dengan pernyataan MS yang pernah beberapa kali dipanggil ke ruang kepala sekolah terkait laporan yang diajukan orang tuanya.
"Saya sempet takut karena diinterogasi bahkan 3 kali dipanggil ke ruang kepala sekolah, katanya bapak saya harus datang ke sekolah, tapi kan nggak bisa karena bapak saya kerja," kata MS.
MS berharap ada kejelasan dan mendapatkan keadilan dari pihak sekolah lantaran selama ini dia selalu melaksanakan kewajibannya sebagai siswa dengan baik di sekolah.
"Saya minta kejelasan aja pak, kesalahan saya apa gitu, karena kan saya juga bayar SPP tiap bulan, nilai-nilai saya juga bagus semua, tapi kenapa kok tinggal kelas, padahal prestasi saya di sekolah bagus," imbuhnya.
Kejadian ini pun menuai reaksi dari masyarakat hingga jadi perbincangan hangat di media sosial.
Tak sedikit netizen yang membela bapak dan anak yang mendapat perlakuan tidak adil dari pihak sekolah.
Warganet pun menyayangkan tindakan SMAN 8 Medan yang seolah-olah bertindak semena-mena kepada anak didiknya, bahkan ada yang menyematkan akun Mendikbudristek hingga wali kota Medan saat berkomentar.