news

Anies Baswedan Bongkar Masalah Terbesar Demokrasi di Indonesia: Persepsinya Menjadi Berbeda-beda

Jumat, 21 Juni 2024 | 07:30 WIB
Anies Baswedan ungkap masalah demokrasi di Indonesia. (Tangkap layar Youtube Pandji Pragiwaksono)

SketsaNusantara.id - Anies Baswedan menyebut adanya masalah yang dihadapi di Indonesia sekarang ini.

Menurutnya, ada lebih dari 650 definisi mengenai demokrasi, sebagaimana temuan dari David Collier, seorang pakar politik dari Amerika Serikat.

Ia mengutip salah satu definisi yang disebutkan Abraham Lincoln, mantan presiden Amerika Serikat yang sangat populer, yakni demokrasi adalah dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat.

Baca Juga: Ekslusif Main Catur Bersama Panji Pragiwaksono, Anies Baswedan Beberkan Soal Kejanggalan Putusan MK dalam Gugatan Pilpres 2024

Ratusan definisi mengenai demokrasi itulah yang menimbulkan keberagaman makna dan pemahaman dari setiap orang.

Anies sendiri berpegang pada salah satu definisi demokrasi, yakni perihal pengelolaan aspirasi secara damai.

"Sederhananya nih, saya pakai salah satu definisi. Bagaimana mengelola aspirasi secara damai untuk menghadirkan keputusan yang berdampak kepada masyarakat," ujar Anies, dalam video kanal Youtube Pandji Pragiwaksono yang diunggah Rabu 19 Juni 2024.

Baca Juga: Tantang Anies Baswedan Bermain Catur, Panji Pragiwaksono Lontarkan Pertanyaan Mengejutkan Ini...

Menurutnya, ada banyak kepentingan di dalam masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan demokrasi untuk mengelola semua aspirasi secara damai.

Sehingga, dari proses itu dapat menghasilkan output kebijakan yang dirasakan masyarakat.

Anies juga menegaskan tentang apa yang bisa dihadirkan oleh demokrasi dalam sebuah masyarakat.

Dengan adanya demokrasi beserta kebebasan dan nilainya, nantinya akan membuka ruang untuk berbeda pendapat.

"Demokrasi menghadirkan kebebasan dan nilainya. Kemudian ada ruang untuk berbeda pendapat," lanjut Anies.

Anies saat ini mempersiapkan kembali untuk maju di ajang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta.

Halaman:

Tags

Terkini