Beberapa poin kontroversial yang diperdebatkan itu termasuk melemahnya kewenangan KPK, tindakan pencegahan korupsi yang kurang efektif, serta pendapat berbeda terkait Perppu KPK.
Sikap Arteria Dahlan ini menuai kecaman dari publik karena dianggap tidak etis dan kurang menghormati lawan debatnya yang lebih senior.
Namun sebetulnya apa yang dilakukannya tidak membuat banyak heran karena Arteria Dahlan selama ini dikenal sebagai politikus yang berani menyuarakan pendapatnya secara vokal dan tidak segan menyerang lawan debatnya dengan kata-kata tajam.
Namun meski demikian momen ketika ia memaki Profesor Emil Salim di acara Mata Najwa dengan menyebut pakar lingkungan hidup itu "sesat" membuat dirinya dikecam karena dianggap tak sopan kepada orang yang lebih senior.***