SketsaNusantara.id - Bencana longsor di Kabupaten Lumajang kembali terjadi, tepatnya di wilayah Desa Pronojiwo.
Tebing Longsor di Lumajang ini menimpa 4 orang penambang pasir di Dusun Supit, Desa Pronojiwo, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang.
Lokasi longsor ini berada di aliran lahar Gunung Semeru yang bersebelahan dengan kawasan Perhutani Petak 4.
Baca Juga: SUKOLILO PRIDE, Nama-Nama Google Maps di Pati Diubah jadi Sarang Maling hingga Kampung Penadah
Sempat dihentikan pencarian korban longsor pada 4 Juni 2024 ini, karena sesuai SOP telah dilakukan pencarian selama 7 hari.
Namun, pihak keluarga korban meminta Tim SAR untuk melakukan pencarian kembali 1 korban yang belum ditemukan.
Mencari korban yang tertimbun tanah longsor dari tebing yang cukup tinggi membuat Tim cukup kesulitan.
Saat proses mencari korban longsor, tim TNI-Polri bersama dengan relawan yang membantu justru menemukan tanaman ganja pada Kamis sore, 13 Juni 2024.
Dikutip SketsaNusantara.id dari laman humas.polri.go.id, Kapolres Lumajang AKBP Mohammad Zainur Rofik membenarkan penemuan tanaman ganja di dekat lokasi longsor.
Kapolres Lumajang juga menceritakan bagaimana kronologi penemuan tanaman ganja yang diduga sengaja ditanam.
"Tanaman ganja ditemukan tidak jauh dari titik lokasi longsor sekitar 300 meter sebelah selatan, tepat di atas tebing," ujarnya.
Kronologi penemuan tanaman ganja ini dimulai saat relawan yang stanby di sekitar lokasi yang melihat seekor burung gagak.