news

Mata Biru Hanya Milik Bule? Bukan Hanya Satu, Inilah Tiga Suku di Indonesia Yang Punya Wajah Mirip Para Pencari Rempah

Senin, 10 Juni 2024 | 20:00 WIB
Ilustrasi mata biru (Pixabay.com/ WhiteDaemon)

 

SketsaNusantara.id - Pasti banyak diantara kita yang mengira bahwa mata biru hanya dimiliki oleh orang-orang bule saja.

Big No, kamu salah karena rupanya mata biru ternyata tak hanya dimiliki oleh orang-orang bule saja karena  di Indonesia juga ada satu suku yang memiliki mata biru yang indah.

Pada dasarnya pemilik mata biru adalah orang-orang bule, jadi jika ada orang-orang Indonesia yang memiliki mata berwarna biru maka bisa dipastikan ada sejarah panjang dibaliknya.

Baca Juga: Pulau Satonda: Eksplorasi Keunikan Danau Air Asin dan Kaya Sejarah Vulkanik yang Mengagumkan di Dompu 

Dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube Angelic Vaulina, ternyata di Indonesia tak hanya ada satu namun ada tiga suku di Indonesia yang ternyata punya mata biru.

Apa saja suku bangsa unik serta memiliki mata indah berwarna biru seperti milik bule? Ini dia rincian nya.

1. Suku Lingon (Maluku Utara)

Suku Lingon berasal dari wilayah Halmahera Timur, Maluku Utara. Mereka memiliki ciri fisik mata berwarna biru cerah disertai kulit putih dan rambut lurus 

Dalam sejarah tidak ada ceritanya Ras Mongoloid bisa menghasilkan keturunan Kaukasoid, kecuali ada silang kawin diantara kedua ras.

Cerita yang berkembang di masyarakat, sekitar 300 tahun silam pernah ada kapal dari Eropa yang bertujuan mencari rempah yang terkenal di daerah itu tenggelam di perairan Halmahera Timur.

Orang-orang dari Eropa yang kapalnya tenggelam tersebut kemudian meraoat ke daratan karena sulitnya mencari bantuan. Disana mereka kemudian berseteru dengan suku lain yang telah lebih dulu menetap di sana.

Baca Juga: Air Terjun Tumpak Sewu, Ini 5 Daya Tarik Keindahan dari Surga Tersembunyi di Lumajang, Jawa Timur

Mereka yang tidak memiliki persenjataan yang cukup akhirnya lebih memilih mundur dan pergi ke dalam pedalaman hutan hingga mereka menemukan tempat yang pas untuk ditinggali.

Akhirnya mereka sampai di pedalaman hutan Halmahera Timur dan menetap disana dan membentuk koloni bernama Lingon yang kemudian hidup secara primitif karena jauh dari peradaban manusia.

Halaman:

Tags

Terkini