SketsaNusantara.id - DPRD Jember terus mendorong Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Perusahaan Daerah Perkebunan (PDP) Kahyangan, untuk terus membangun sinergi dengan Regional 5 PT Perkebunan I agar bisa mengentaskan kemiskinan ekstrim.
Pasalnya, hingga saat ini masih banyak masyarakat yang bermukim di wilayah perkebunan dan sekitarnya, yang masih masuk dalam kategori masyarakat miskin.
Maka dari itu, Komisi C DPRD Jember bersama jajaran direksi PDP Kahyangan melakukan kunjungan kerja ke Regional 5 PT Perkebunan Nusantara I Surabaya.
Ketua Komisi C DPRD Jember Ardi Pujo Prabowo mengatakan, sampai saat ini banyak sekali masyarakat di wilayah perkebunan Jember masuk kategori miskin.
“Ini menjadi tugas kami bersama pemerintah, agar PDP Kahyangan yang memiliki luasan area hingga 3800 hektar, sekaligus menjadi pemukiman warga yang masuk dalam kategori masyarakat kurang mampu,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu 26 Agustus 2026.
Ardi menjelaskan, pengentasan kemiskinan di wilayah perkebunan harus diintervensi bersama dengan PTPN, pasalnya banyak wilayahnya yang berbatasan dengan milik PDP Kahyangan.
“Konsen kami selain peningkatan pendapatan usaha bagi perusahaan, pekerjaan rumah lainnya yakni soal kolaborasi yang bisa dijajaki bersama antara PDP Kahyangan dan PTPN, agar persoalan kemiskinan bisa terkurangi,” imbuhnya.
Termasuk juga, DPRD Jember meminta kepada Regional 5 PT Perkebunan Nusantara I karena pihaknya, kerap mendapatkan laporan terkait dengan insfrastruktur menuju perkebunan yang masih sulit.
“Hal ini juga menjadi atensi, karena kita mendapatkan banyak laporan terkait akses jalan. Sehingga kami berharap ada intervensi dari PTPN agar membantu hal tersebut, karena nantinya jika ini bisa diperbaiki maka akan memudahkan mobilitas masyarakat,” pungkasnya.
“Buka hanya masyarakat saja, tetapi juga akan berdampak pada sektor pertumbuhan ekonomi juga,” terangnya.
Selain itu, Politisi Gerindra ini juga menekankan agar sinergi yang bisa dibangun antara PDP Kahyangan dengan Regional 5 PT Perkebunan Nusantara I, bisa berfokus pada ketahanan pangan.