SketsaNusantara.id - Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SMKN 3 Bondowoso berlangsung lain dari biasanya. Selain meriah, suasana peringatan hari lahir Rasulullah SAW di sekolah ini sarat akan nilai budaya lokal berkat hadirnya gunungan raksasa.
Gunungan tinggi bagaikan perwujudan raksasa tersebut dihiasi beraneka ragam hasil bumi, peralatan dapur, jajanan tradisional, hingga kebutuhan pokok yang disusun rapi oleh para siswa dan warga sekolah.
Praktis, kehadiran dua gunungan itu menjadi pusat perhatian kegiatan yang digelar kemarin.
Kepala SMKN 3 Bondowoso, Daris Wibisono Setiawan menyampaikan, konsep gunungan raksasa ini diusung untuk memberikan nuansa baru sekaligus menanamkan rasa syukur dan kebersamaan di kalangan warga sekolah.
"Peringatan Maulid Nabi ini, kami ingin meneladani akhlak Rasulullah SAW. Seperti sifat berbagi, gotong royong, dan kepedulian terhadap sesama,” ujar dia.
Daris menegaskan, bahwa Gunungan Maulid bukan hanya sajian yang menarik perhatian saat perayaan berlangsung, di dalamnya terdapat kebiasaan para siswa dan guru untuk berkumpul, bekerja bersama, dan berbagi dengan sesama.
“Gunungan ini bukan sekadar pajangan, melainkan simbol keberkahan dan kebersamaan seluruh keluarga besar SMKN 3 Bondowoso," pungkas Daris.
Proses pembuatan gunungan melibatkan kerja sama antarsiswa dari berbagai jurusan, para guru, dan staf. Sejak pagi, antusiasme terlihat jelas saat para siswa berkumpul mengelilingi area acara untuk mengikuti rangkaian kegiatan. Mulai dari pembacaan salawat, ceramah agama, hingga puncak acara yang paling ditunggu-tunggu: pembagian isi gunungan.
Sementara itu, ketua panitia kegiatan Maulid, Hadi Joko menjelaskan, pembuatan gunungan raksasa tersebut murni hasil gotong royong seluruh warga sekolah. Mulai dari siswa antarjurusan hingga bapak ibu guru dan tenaga kependidikan.
“Selain sebagai bentuk rasa syukur atas limpahan berkah di hari lahir Nabi Muhammad SAW, proses membuat gunungan mengintegrasikan semangat kerja sama dan kebersamaan" imbuh Joko senang.
Kemeriahan pecah saat prosesi rebutan atau pembagian isi gunungan dimulai. Siswa, guru, dan warga sekolah tampak bersukacita mendapatkan bagian dari gunungan tersebut. Meski berlangsung riuh, acara tetap berjalan aman, tertib, dan penuh rasa kekeluargaan.
Melalui kegiatan ini, SMKN 3 Bondowoso tidak hanya berhasil memperingati hari besar keagamaan dengan khidmat, tetapi juga sukses mempererat tali silaturahmi serta melestarikan budaya kebersamaan di lingkungan sekolah.***