Aura historis dan nilai keagungan spiritual di Ndhalem Kasepuhan yang berdekatan langsung dengan masjid utama pesantren, diyakini akan menghadirkan iklim musyawarah yang teduh.
"Nilai kesakralannya jauh lebih terasa, membawa aura keteladanan dari sang pahlawan penggerak NU," tambah Kiai Abdurrozaq.
Baca Juga: Semarakkan Muktamar ke 35 NU, Berikut Beragam Kegiatan Disuguhkan PW ISNU Jatim
Di samping menonjolkan aspek moral dan historis, panitia lokal juga memberikan perhatian ekstra terhadap tingkat kenyamanan para kiai sepuh (kiai khos) yang akan bersidang.
"Faktor kenyamanan menjadi prioritas kami. Tempatnya sangat steril dan berada tepat di tengah-tengah, di jantung Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas," jelasnya.
Penataan interior ruangan hingga penyediaan fasilitas pendingin udara (AC) telah disiapkan secara matang agar sembilan kiai khos anggota Ahwa dapat bermusyawarah dengan penuh khidmat, sejuk, dan nyaman.***