SketsaNusantara.id — Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember bersama Perumda Perkebunan (PP) Kahyangan berhasil menghimpun sebanyak 50 kantong darah dalam aksi sosial yang digelar berbarengan dengan agenda jalan sehat pada Minggu, 23 Agustus 2026.
Penambahan pasokan ini menguatkan stok darah daerah sekaligus disiagakan untuk membantu kebutuhan medis korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur.
Ketua PMI Jember, Zainollah, memberikan apresiasi tinggi atas kepedulian jajaran direksi serta karyawan dari lima unit kebun PP Kahyangan yang antusias mendonasikan darahnya.
"Saya menyampaikan terima kasih kepada jajaran direksi PP Kahyangan, terutama Mas Gogot Cahyo Baskoro yang telah memberikan apresiasi kepada PMI dengan mengundang kegiatan gebyar hari ini. Para beliau memiliki kepedulian yang tinggi terhadap kemanusiaan," ujar Zainollah.
Zainollah menjelaskan bahwa tambahan puluhan kantong darah tersebut sangat krusial bagi ketersediaan pasokan darah di Kabupaten Jember.
Pasalnya, grafik permintaan darah dari masyarakat dan rumah sakit di wilayah setempat belakangan ini mengalami tren peningkatan sekitar 10 persen.
"Kita memang pada periode akhir-akhir ini ada peningkatan permintaan sampai 10 persen. Jadi kami memang harus menyediakan stok yang berlebih," kata Zainollah.
Selain difokuskan untuk mencukupi kebutuhan layanan kesehatan lokal, PMI Jember juga menyiagakan pasokan darah tersebut untuk penanganan darurat di kawasan bencana gempa bumi di Flores, NTT.
Zainollah menegaskan bahwa jajarannya siap mengirimkan bantuan stok darah kapan saja apabila ada instruksi dan arahan resmi.
"Kami sewaktu-waktu siap untuk memberikan bantuan stok kepada saudara-saudara yang tertimpa gempa di NTT. Paling tidak kami harus menyiapkan stok dalam jumlah yang diminta, yang tentunya harus lebih dari cukup," tutur Zainollah.