SketsaNusantara.id – Kisah memilukan Yurizal Tri Chaerawan masih santer jadi sorotan publik. Pasien BPJS yang curhatannya viral di Threads itu meninggal dunia setelah mendapatkan komentar negatif dari sejumlah tenaga kesehatan (nakes) yang kemudian memunculkan polemik berkepanjangan.
Terkait hal ini, Kemenkes menjelaskan duduk perkara kasus pasuen viral yang menunggu 8 jam di IGD (Instalasi Gawat Darurat) sebelum akhirnya meninggal dunia.
Dalam penjelasannya, Kemenkes mengungkap bahwa rumah sakit yang dimaksud dalam curhatan Yurizal ternyata adalah Rumah Sakit Umum Pusat Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta.
Sebelumnya, Yurizal tidak pernah menyebutkan nama rumah sakit dalam unggahan di platform Threads. Saat itu, ia menyampaikan keresahannya karena sudah menunggu hingga 8 jam untuk mendapatkan ruang perawatan di rumah sakit karena menggunakan layanan BPJS.
"8 jam nunggu belum dapat ruangan, nggak mau spill RS-nya soalnya gue pakai BPJS," tulis Yurizal melalui akun Threads @yurizaltrich.
Setelah unggahan tersebut viral, Kemenkes membenarkan bahwa pasien dalam kasus yang viral tersebut memang tengah menjalani perawatan di RSCM.
Pihaknya menjelaskan bahwa pasien harus lama menunggu karena Yurizal membutuhkan ruang perawatan High Care Unit (HCU) yang kapasitasnya sangat terbatas.
"Kondisi pasien yang meninggal dan viral itu memang menunggu delapan jam karena butuh HCU (high care unit) dan bukan kamar rawat inap biasa yang jumlahnya memang terbatas di RSCM," ungkap Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes, Azhar Jaya, dalam keterangannya pada hari Kamis, 6 Agustus 2026, dikutip SketsaNusantara.id dari kanal YouTube Kompas TV.
Pasien disebut membutuhkan perawatan di HCU, unit perawatan bagi pasien yang membutuhkan pemantauan dan penanganan lebih intensif dibandingkan pasien di ruang rawat inap biasa.
Lebih lanjut, Kemenkes juga mengungkap bahwa kondisi kesehatan Yurizal memang cukup berat. Azhar mengatakan bahwa pasien memiliki penyakit penyerta yang disertai dengan keganasan.