SketsaNusantara.id — Kinerja keuangan dan daya saing PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) kembali mendapat pengakuan bergengsi di panggung internasional.
Dalam publikasi resmi Top 1000 World Banks 2026 yang dirilis oleh media keuangan dunia The Banker, BRI berhasil bertengger di peringkat ke-132 secara global.
Capaian ini menempatkan perseroan dalam jajaran elite bank-bank terbesar dunia bersanding dengan institusi perbankan papan atas seperti ICBC, Bank of China, JPMorgan, Bank of America, hingga Citigroup.
Pengakuan ini terbilang istimewa mengingat Top 1000 World Banks dari majalah di bawah naungan Financial Times Group tersebut telah menjadi benchmark utama industri perbankan global sejak 1970.
Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menyampaikan bahwa bertahannya posisi BRI di jajaran atas perbankan dunia merupakan bukti keberhasilan perseroan dalam menjaga keandalan fundamental keuangan dan kecukupan modal di tengah dinamika ekonomi global.
“Pencapaian ini menjadi pengakuan atas kemampuan BRI dalam menjaga fundamental kinerja agar tetap sehat, kuat, dan berkelanjutan. Kekuatan permodalan yang terjaga memberikan fondasi penting bagi BRI untuk terus bertumbuh, menjalankan fungsi intermediasi, dan menciptakan nilai yang semakin luas bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Hery.
Peringkat tinggi BRI dalam daftar tersebut disokong oleh indikator fundamental yang kokoh per Desember 2025, antara lain:
Modal Tier 1 (Tier 1 Capital): US$17,9 miliar
Total Aset:US$127,2 miliar
Laba Sebelum Pajak: US$4,3 miliar
Rasio Permodalan terhadap Aset (Capital Assets Ratio*): 14,1%
Return on Capital (ROC): 18,9%