SketsaNusantara.id - Di tengah tantangan dunia pendidikan, hadir sosok guru yang menjadi inspirasi bagi banyak orang. Dia adalah Benediktus Gonat, S.Pd.Gr., yang akrab disapa Pak Beni.
Di kalangan siswa dan masyarakat Pulau Raijua, Kabupaten Sabu Raijua, NTT, Pak Beni dikenal sebagai "Rumus Berjalan", sebuah julukan yang lahir dari kemampuan luar biasanya dalam menguasai fisika dan matematika.
Putra asli Manggarai, NTT yang mengbdikan diri untuk mencerdaskan anak Raijua ini mampu menjelaskan berbagai konsep, teori, dan rumus yang rumit dengan cara yang sederhana dan mudah dipahami. Bagi suami dari Ambrosia Nenotek ini, fisika dan matematika bukan sekadar kumpulan angka dan rumus, melainkan cara melatih logika, berpikir kritis, serta memecahkan persoalan kehidupan.
Dengan kesabaran, ketekunan, dan dedikasi yang tinggi, alumni SMA Negeri 1 Ende jurusan A1 1987 ini pun telah membimbing banyak siswa untuk mencintai ilmu pengetahuan.
Banyak anak didiknya yang semula menganggap fisika dan matematika sebagai pelajaran yang menakutkan, kini justru menjadikannya sebagai mata pelajaran favorit berkat cara mengajar dia yang inspiratif.
Lebih dari sekadar guru, alumni FKIP Matematika Universitas Nusa Cendana (Undana) Kota Kupang, NTT tahun 1993 ini adalah seorang pendidik sejati. Beliau tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga menanamkan nilai-nilai disiplin, kerja keras, kejujuran, dan semangat pantang menyerah kepada setiap anak didiknya.
Keteladanan inilah yang membuat pria kelahiran 60 tahun silam itu dihormati oleh siswa, rekan guru, maupun masyarakat.
Rekan kerja Pak Beni, Gabriel Rima Behi mengatakan, selama bekerja dengannya banyak hal positif yang ditularkan rekan kerja lainnya. "Perilaku beliau, terutama saat mengajar, selalu menginspirasi guru lainnya," ujar Gabriel yang juga sebagai Kepala Sekolah SMPN 1 Raijua ini.
Sebagai Kasek, ia menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Benediktus Gonat atas jasa, pengabdian, dan dedikasi yang telah diberikan dalam mencerdaskan anak-anak Raijua.
"Pengorbanan waktu, tenaga, dan pikiran dari beliau telah melahirkan banyak generasi yang berprestasi dan memiliki semangat untuk terus belajar," ujar Gabriel.
Gabriel meyakini, jejak pengabdian dari Pak Beni akan selalu dikenang sebagai bagian penting dalam membangun sumber daya manusia yang unggul di Raijua.
"Semoga semakin banyak generasi muda yang terinspirasi untuk mengikuti jejak mulia Bapak dalam mengabdi melalui dunia pendidikan," ucap Gabriel.