Garis besar isi proposal tersebut antara lain adalah biodata Rozaan, riwayat pendidikan, rencana pernikahan, dan timeline hidup setelah menikah.
Perbedaan suku antara Rozaan dan Ashilah cukup bertolak belakang. Namun, hal tersebut tidak menyurutkan niat Rozaan untuk melamar kekasihnya.
“Aku Bugis, dia Minang. Bagian ini yang paling rawan karena adat kita berdua saling bertolak belakang banget,” serunya.
Pada akhirnya, Rozaan dan Ashilah bertunangan pada 21 Juni 2026 dan sudah merencanakan tanggal pernikahan.
“Here we are, berhasil ngadain Mappettuada di Makassar dan Batimbang Tando di Jakarta dalam waktu satu minggu,” tutupnya.
Ide unik dan penuh effort yang dilakukan oleh Rozaan ini bisa menjadi inspirasi bagi anak muda lainnya bahwa pernikahan memang harus direncanakan dengan matang.
Tidak hanya itu, kehidupan setelah pernikahan juga harus sudah direncanakan dengan matang agar siap menghadapi segala kemungkinan di dalam kehidupan berumah tangga.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!