SketsaNusantara.id – Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah di Kabupaten Jember mendapat atensi ketat dari pihak eksekutif.
Hal itu disampaikan Bupati Jember, Gus Fawait, saat menggelar program andalan bertajuk Pro Gus'e di pelataran SMPN 1 Jember pada Jumat 17 Juli 2026 sore.
Bupati Jember, Gus Fawait, menginstruksikan dengan tegas agar lingkungan sekolah negeri bersih dari segala macam bentuk komersialisasi dan beban finansial yang kerap dikeluhkan orang tua murid.
Baca Juga: Putus Rantai Kemiskinan, Pemkab Jember Kucurkan Rp59 Miliar untuk Beasiswa Kuliah 2026
Langkah ini diambil demi menjaga integritas institusi pendidikan sekaligus memastikan seluruh rangkaian penerimaan siswa baru berjalan transparan dan berkeadilan.
Gus Fawait telah memberikan mandat khusus kepada Kepala Dinas Pendidikan beserta seluruh jajarannya untuk mengawasi jalannya MPLS secara ketat.
"Tidak boleh ada pungutan liar, penarikan dana sepihak, atau iuran dalam bentuk apa pun yang tidak memiliki dasar regulasi resmi," tegas Gus Fawait.
Pemkab Jember menyatakan tidak akan memberi toleransi kepada sekolah yang membuat aturan internal yang justru memberatkan kondisi ekonomi wali murid, khususnya bagi keluarga yang kurang mampu.
"Melalui kebijakan ini, diharapkan momen orientasi siswa baru di Jember dapat menjadi ruang yang inklusif, nyaman secara psikologis, dan bebas dari diskriminasi ekonomi," tegasnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI