SketsaNusantara.id - Jagat media sosial dan obrolan warung kopi di sekitar Jombang mendadak gempar. Agenda akbar Muktamar NU yang baru akan digelar pada tanggal 27-31 Agustus mendatang, ternyata sudah memicu "gempa" ekonomi di kawasan Tambakberas.
Bagaimana tidak, rumah-rumah warga yang biasanya disewakan dengan harga standar, kini mendadak meroket hingga menyentuh angka yang bikin geleng-geleng kepala.
Hasil penelusuran SketsaNusantara.id di lapangan menunjukkan fenomena yang luar biasa. Warga berbondong-bondong menyulap rumah pribadi mereka menjadi ladang bisnis dadakan.
Mereka saling berlomba menyewakan tempat tinggalnya dengan harga fantastis demi memenuhi kebutuhan basecamp bagi para muktamirin (peserta Muktamar) dari seluruh pelosok Indonesia yang diprediksi akan membanjiri bumi Tambakberas.
Salah satu cerita dari seorang pemuda setempat bernama Muhammad Nu'man. Pria berusia 21 tahun yang tinggal di wilayah Tambakberas Timur, RT 04 RW 04, Desa Tambakrejo, Kecamatan Jombang ini mengaku terkejut dengan lonjakan permintaan properti di kawasannya.
Untuk rumah di sekitar lingkungannya saja, harga sewa selama beberapa hari acara Muktamar berlangsung kini dengan mudahnya menembus angka Rp10 juta.
Baca Juga: 20 Teka-Teki MPLS Tema Makanan Ringan Lengkap Jawaban, Referensi Sebelum Masuk Sekolah Tahun 2026
Harga itu baru di pinggiran. Jika berburu rumah yang lokasinya sangat strategis—alias berada di radius kurang dari 1 KM dari pusat lokasi acara—harganya benar-benar gila-gilaan. Biaya penyewaan di zona emas ini dilaporkan bisa tembus sampai Rp31 juta
Angka yang sangat fantastis untuk durasi sewa selama pelaksanaan Muktamar.
Meskipun memicu perdebatan karena harganya yang selangit, fenomena ini justru disyukuri oleh warga.
Berkah khidmat jam'iyah NU ini terbukti nyata membawa manfaat ekonomi yang luar biasa bagi masyarakat sekitar. Istilahnya, ini adalah rezeki nomplok yang dibawa oleh para kiai dan santri seluruh Indonesia.
Padahal, kalau melihat kalender, agenda Muktamar sendiri baru dimulai akhir Agustus nanti (tanggal 27-31). Namun hawa panas "rebutan" rumah kontrakan sudah menyengat sejak sekarang.
Bagi para muktamirin yang belum memesan tempat, tampaknya harus siap-siap adu cepat, atau siap-siap merogoh kocek dalam-dalam.***