news

Apa Itu Bun Upas? Fenomena Dieng Diselimuti Salju pada Musim Kemarau Jadi Daya Tarik Wisatawan dan Ramai Jadi Perhatian Publik, Begini Penjelasan BMKG

Sabtu, 11 Juli 2026 | 07:30 WIB
Potret dataran tinggi Dieng membeku diselimuti salju, atau bun upas, embun beku muncul pagi hari saat suhu mencapai minus 6 derajat celsius (X/borobudurnews_)

Menurut BMKG, embun beku terbentuk ketika suhu permukaan tanah turun hingga mencapai 0 derajat Celsius atau bahkan lebih rendah.

Uap air yang berada di dekat permukaan tanah pada dataran tinggi kemudian langsung berubah menjadi kristal es tanpa melalui fase cair.

Kondisi tersebut dapat terjadi karena langit cerah pada malam hari membuat panas yang tersimpan di permukaan bumi lebih mudah terlepas ke atmosfer melalui proses radiasi. Akibatnya, suhu udara menjelang pagi turun sangat drastis bahkan sampai melampaui batas titik beku air.

Selain itu, minimnya tutupan awan selama musim kemarau membuat proses pelepasan panas berlangsung lebih maksimal sehingga udara di kawasan Dieng menjadi jauh lebih dingin dibandingkan daerah sekitarnya.

Baca Juga: Mengenal Keunikan Candi Dieng Banjarnegara, Peninggalan Kerajaan Kalingga yang Konon Merupakan Candi Paling Tua di Indonesia

Topografi Dieng yang berada di dataran tinggi dengan ketinggian lebih dari 2.000 meter di atas permukaan laut (mdpl) juga menjadi faktor utama.

Bentuk wilayah yang berupa cekungan membuat udara dingin berkumpul di permukaan sehingga suhu dapat turun hingga mencapai minus 6 derajat Celsius di beberapa lokasi.

BMKG menambahkan, fenomena bun upas bukanlah kejadian yang selalu muncul setiap hari selama musim kemarau.

Kemunculannya bergantung pada kombinasi sejumlah faktor, seperti kelembapan udara, langit yang cerah, kecepatan angin yang rendah, serta kondisi atmosfer yang stabil.

Fenomena unik Dieng membeku yang tampak seperti diselimuti salju pada pagi hari menjadi daya tarik bagi pengunjung, dan kerap menjadi destinasi wisata saat bun upas terbentuk memasuki masa liburan sekolah pada bulan Juni-Juli.

Meski menyuguhkan panorama yang indah dan menjadi daya tarik wisata, embun beku juga dapat berdampak terhadap sektor pertanian.

Lapisan es yang menempel pada daun dan batang tanaman berpotensi merusak jaringan tanaman sehingga menyebabkan hasil panen petani, terutama kentang dan sayuran dataran tinggi, mengalami penurunan.

BMKG juga mengimbau masyarakat maupun wisatawan agar tetap memperhatikan kondisi cuaca saat berkunjung ke Dieng.

Pengunjung disarankan mengenakan pakaian hangat karena suhu udara pada dini hari hingga pagi hari mengingat suhu udara bisa berada di bawah titik beku.***

 

Halaman:

Tags

Terkini