SketsaNusantara.id - Irfan Hakim hingga Alshad Ahmad menyayangkan terjadinya perburuan hewan langka yang dilindungi, termasuk Tapir Sumatra.
Belum lama ini, publik ramai menyoroti seekor Tapir yang muncul di jalanan, tepatnya di kawasan Register 45, Kabupaten Mesuji, Lampung.
Peritiwa ini terjadi pada hari Rabu, 1 Jli 2026 yang seketika mencuri perhatian publik dan sempat viral setelah videonya tersebar luas di media sosial.
Dalam video yang beredar, tampak Tapir setinggi sekitar 1 meter berjalan muncul dari area pemukiman warga dan sempat duduk di pinggir jalan raya.
Terlihat mobil lalu lalang melewati hewan tersebut, sementara warga sekitar berupaya melindungi dan menjaga lalu lintas agar tetap lancar saat Tapir berada di jalan.
"Hewan langka ini. (Tapir Sumatra) mungkin nyasar sampai ke sini," ujar salah satu warga yang merekam kejadian ini, dikutip SketsaNusantara.id dari unggahan video di akun TikTok @tegar.baguss111.
Petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu-Lampung menerima laporan dan langsung memantau serta bersiap mengevakuasi satwa liar dilindungi tersebut.
Namun, saat hendak dilakukan proses evakuasi, BKSDA kemudian menerima informasi bahwa tapir tersebut ternyata disembelih warga. Pihaknya bahkan menerima video yang menunjukkan tapir itu sudah disembelih warga menjelang maghrib.
Dalam rekaman video yang beredar juga terlihat salah satu warga membawa tombak dan sempat mengejar tapir yang berlari saat kabur sebelum akhirnya disembelih.
Kejadian ini pun menuai kecaman banyak pihak dan menuai kritik, termasuk dari publik figur pecinta binatang seperti Irfan Hakim hingga Alshad Ahmad.
Irfan menyayangkan kejadian ini bahkan sampai memberikan pesan menohok. "Selapar itu kah?" tulisnya melalui akun Instagram @irfanhakim75 dengan ditambahkan emoji menangis dan wajah memerah karena emosi.
Tak hanya itu, Alshad Ahmad juga mendesak pihak BKSDA untuk mengusut tuntas kasus ini dan mendesak pemerintah untuk menghukum pelaku perburuan hewan liar.