"Sudah dua minggu warga di sini setiap hari mencari air bersih. Beberapa sumur ada yang kering dan berbau, sehingga warga takut mengonsumsinya," tutur Nurul.
Wadah air milik warga tampak diletakkan berjajar rapi menunggu giliran pengisian.
Dalam aksi ini, relawan PMI menyuplai sebanyak 5.000 liter air bersih.
Baca Juga: Rekonstruksi Kasus Penganiayaan Sadis YT Digelar di Mapolda Jabar, Kondisi Korban Membaik
Bantuan air tersebut juga dialokasikan untuk mengisi tandon air berkapasitas 1.200 liter.
Tandon milik BPBD Jember itu tersebar di beberapa rumah warga setempat.
Kelegaan juga dirasakan oleh Fitria, warga lain yang sedang mengantre air bersih. Ia mengaku langsung pulang dari sawah begitu melihat truk tangki air masuk ke desanya.
Fitria mengaku sangat terbantu karena biasanya harus mengambil air dari rumah kerabatnya.
Kehadiran bantuan ini membuatnya tidak perlu lagi berjalan jauh demi mendapatkan air bersih.
"Kalau ada bantuan seperti ini tambah enak, saya tidak perlu jauh-jauh mengambil air," kata Fitria.
Proses distribusi ini dipimpin langsung oleh Sekretaris PMI Kabupaten Jember, Ghufron Eviyan Efendi.
Ia didampingi oleh jajaran pengurus, staf, dan relawan yang telah melakukan asesmen sebelumnya.
Ghufron menjelaskan pengerahan armada truk tangki ini merupakan respons cepat atas laporan asesmen. Pasokan air segera dikirim begitu mengetahui warga Dusun Bunder kesulitan air akibat kemarau.
"Kami dari PMI Kabupaten Jember langsung mengerahkan armada truk tangki air bersih untuk membantu meringankan beban warga," jelas Ghufron.