Ia menambahkan, untuk memenuhi kebutuhan memasak dan air minum, banyak keluarga akhirnya memilih membeli air dari pedagang air galon keliling.
Keputusan itu diambil karena sumber air yang masih tersedia dinilai tidak memenuhi standar kelayakan untuk dikonsumsi.
Berdasarkan hasil assessment PMI, sebenarnya di Dusun Bunder telah tersedia lima unit tandon penampungan air. Tiga unit merupakan bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), sedangkan dua unit lainnya merupakan hasil swadaya masyarakat. Seluruh tandon tersebut memiliki kapasitas sekitar 1.200 liter per unit.
Namun, distribusi air bersih menuju tandon dilaporkan telah terhenti selama kurang lebih dua bulan terakhir. Akibatnya, warga harus mengambil air sendiri dari sumber lain yang berjarak sekitar 200 hingga 500 meter dari kawasan permukiman.
PMI Kabupaten Jember menegaskan akan terus memantau perkembangan kondisi kekeringan di Desa Sumberpinang.
Organisasi kemanusiaan tersebut juga berharap distribusi air bersih dapat segera kembali dilakukan agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi hingga musim kemarau berakhir.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI