SketsaNusantara.id - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember bersama Japanese Red Cross Society (JRCS) melakukan evaluasi paruh waktu terhadap program kesiapsiagaan dan pengurangan risiko bencana yang telah berjalan selama 18 bulan.
Evaluasi tersebut dilakukan sebagai bagian dari kerja sama tiga tahun yang dimulai sejak November 2024 hingga April 2027.
Kegiatan ini bertujuan mengukur capaian program sekaligus menjadi dasar penyusunan strategi agar pelaksanaan program pada sisa masa kerja sama dapat berjalan lebih efektif.
Kegiatan evaluasi dimulai pada Kamis, 25 Juni 2026 dengan melibatkan perwakilan JRCS, PMI Pusat, staf program serta relawan PMI Kabupaten Jember.
Tiga desa menjadi lokasi pelaksanaan evaluasi, yakni Desa Puger Kulon dan Desa Puger Wetan di Kecamatan Puger serta Desa Kepanjen di Kecamatan Gumukmas.
Koordinator Lapangan SCR PMI Kabupaten Jember, Weni Catur, mengatakan evaluasi dilakukan selama dua hari dengan mendatangi langsung lokasi program di desa-desa sasaran.
“Evaluasi tersebut untuk mengetahui sejauh mana perubahan yang mulai terlihat termasuk peningkatan kapasitas, pengetahuan, perilaku, kesiapsiagaan serta penguatan sistem dan mekanisme yang mendukung ketangguhan sekolah dan masyarakat,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, tim evaluasi menggunakan sejumlah metode, mulai dari pengumpulan data, penelaahan dokumen hingga pendekatan evaluatif di lapangan.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengukur apakah tujuan, strategi, dan intervensi program masih sesuai dengan kebutuhan masyarakat serta kondisi risiko bencana yang berkembang.
Baca Juga: Jemaat Gereja HTSPM Sempusari Jember Donor Darah Setelah Ibadah, PMI Berhasil Kumpulkan 22 Kantong
Selain itu, evaluasi juga mempertimbangkan kesesuaian program dengan kebijakan pemerintah daerah maupun prioritas organisasi PMI dan JRCS.
Program kerja sama antara PMI Kabupaten Jember dan PMI Jepang selama ini difokuskan pada penguatan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana.