Beberapa kegiatan yang dijalankan meliputi penerapan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB), pengurangan risiko bencana berbasis masyarakat, kesiapsiagaan keluarga, peningkatan kapasitas relawan PMI, penguatan kapasitas masyarakat dan pemerintah daerah, hingga pengembangan sistem kesiapsiagaan berbasis komunitas.
Ketua PMI Kabupaten Jember, Zainollah, mengatakan saat ini program kerja sama tersebut telah memasuki setengah masa pelaksanaan.
“Kerja sama antara PMI Kabupaten Jember dengan PMI Jepang berlangsung selama tiga tahun dan saat ini sudah memasuki 18 bulan atau setengah perjalanan sehingga evaluasi bersama dilakukan untuk mengoptimalkan program pada 18 bulan berikutnya,” katanya.
Hasil evaluasi tersebut nantinya akan menjadi bahan perbaikan dan penguatan program guna memastikan target peningkatan ketangguhan sekolah dan masyarakat dapat tercapai hingga berakhirnya masa kerja sama pada tahun 2027.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Eks Anggota Ombudsman Hery Susanto Didakwa Terima Suap Rp4,8 Miliar, Jaksa Ungkap Aliran Uang dan Rumah dalam Kasus Nikel
Menkes Budi Gunadi Soroti Maraknya Perundungan Dokter Muda, Minta Perlindungan Khusus bagi Tenaga Medis
Dugaan Pemberian Rp20 Juta Jadi Sorotan, Komisi III DPR Dorong Polri Bongkar Dugaan Intervensi Aksi Demonstrasi Mahasiswa Universitas Bung Karno
Nama Nanik S Deyang Jadi Sorotan Publik, Warganet Pertanyakan Status Rangkap Jabatan Kepala BGN dan Komisaris Pertamina
Atalia Praratya Kenang Almarhum Eril di Hari Ulang Tahunnya: Usiamu Seharusnya 27 Tahun…