Heat stroke dapat terjadi akibat paparan suhu lingkungan yang sangat panas atau aktivitas fisik berat dalam waktu lama.
Beberapa faktor yang dapat memicu heat stroke antara lain:
- Beraktivitas di bawah terik matahari dalam waktu lama.
- Latihan fisik berat dengan intensitas tinggi.
- Dehidrasi atau kekurangan cairan.
- Menggunakan pakaian yang terlalu tebal atau tidak menyerap keringat.
- Berada di lingkungan panas dengan sirkulasi udara yang buruk.
Dikutip dari laman resmi Siloam Hospitals, risiko heat stroke juga lebih tinggi pada lansia, anak-anak, serta orang yang memiliki penyakit tertentu.
Gejala Heat Stroke
Gejala heat stroke biasanya muncul secara cepat dan dapat memburuk dalam waktu singkat. Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain:
- Suhu tubuh mencapai lebih dari 40 derajat Celsius.
- Pusing dan sakit kepala.
- Kulit terasa panas dan kemerahan.
- Detak jantung meningkat.
- Mual dan muntah.
- Tubuh lemas.
- Kebingungan atau linglung.
- Kejang.
- Penurunan kesadaran.
Berdasarkan informasi dari laman resmi EMC Healthcare, penderita heat stroke dapat mengalami gangguan sistem saraf yang berbahaya apabila tidak segera mendapatkan pertolongan.
Cara Penanganan Heat Stroke
Heat stroke termasuk kondisi gawat darurat sehingga membutuhkan penanganan cepat. Langkah pertolongan pertama yang dapat dilakukan meliputi: