SketsaNusantara.id - Eks Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM), Tiyo Ardianto, akhirnya buka suara usai dilaporkan ke polisi usai mengkritik kebijakan pemerintah soal program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Tiyo sempat ramai jadi sorotan publik karena dilaporkan ke Polres Tangsel oleh advokat Firdaus Oiwobo pada 18 Juni 2026 atas dugaan fitnah dan penghasutan terhadap Presiden Prabowo Subianto.
Tak hanya itu, Gabungan Rakyat Dukung dan Bela Prabowo atau Garda Prabowo juga ikut melaporkan Tiyo ke Bareskrim Polri pada hari yang sama atas dugaan penghinaan terhadap Presiden.
Sebagaimana diketahui, Tiyo merupakan salah satu mahasiswa yang vokal mengkritik pemerintah. Mahasiswa program studi filsafat angkatan 2021 itu kerap memberikan kritik keras, menyebut MBG sebagai "Maling Berkedok Gizi", terlebih setelah terungkap adanya dugaan kasus korupsi di Badan Gizi Nasional (BGN).
Selain itu, Tiyo juga diadukan ke polisi karena pernyataannya saat menceritakan kucing gemuk "Prab**oh Subian****l" yang namanya diduga menyinggung Presiden Prabowo.
Tiyo juga ramai dihujat karena dituding menyebarkan informasi bohong terkait temuan alat pelacak di kendaraannya yang menuai polemik dan menjadi perbincangan panas di media sosial.
Pelaporan Tiyo ke polisi ini mendapat sorotan tajam dari berbagai pihak. Banyak yang menyebut perkataan Tiyo sebagai bagian dari ekspresi kebebasan berpendapat, meski tak banyak pula yang menganggapnya sebagai penghinaan
Namun, Tiyo menanggapi santai pelaporan tersebut. Alih-alih protes, ia malah memberikan apresiasi dan menilai pelaporan itu sebagai momentum politik bagi pihak-pihak tertentu.
"Terima kasih. Momentum ini memang bagis bagi orang-orang yang ingin mempersembahkan loyalitasnya pada Presiden. Semoga Presiden berikan apresiasi yang layak kepada mereka," tuturnya, dikutip SketsaNusantara.id dari unggahan akun Instagram @fgmedia pada hari Selasa, 23 Juni 2026.
Mahasiswa berusia 23 tahun itu bahkan menganggap laporan sebagai pengalihan isu dan menegaskan tidak akan berhenti bersikap kritis dalam menyuarakan kebijakan pemerintah yang tak berpihak pada rakyat.
"Saya tidak mungkin membiarkan diri melayani berbagai distraksi (pengalihan). Saya sendiri akan tetap fokus pada hal-hal substantif dan strategis. Kita juga tidak pernah membenci siapa-siapa, hanya sangat mencintai Indonesia sehingga marah bila ada yang jahat kepadanya," tegas Tiyo.
Hingga kini, terdapat 2 pelaporan terhadap Tiyo yang merujuk pada dugaan fitnah, penghasutan hingga penghinaan terhadap Presiden.