Analogi tersebut berasal dari ungkapan politik populer yang menggambarkan situasi ketika seseorang melempar "bangkai kucing" ke atas meja diskusi.
Akibatnya, seluruh perhatian peserta diskusi langsung beralih kepada objek yang mengejutkan tersebut dan melupakan topik awal yang sedang dibahas.
Meski istilah-istilah tersebut ramai digunakan oleh warganet untuk menganalisis video Gibran, seluruh interpretasi tersebut sejauh ini masih sebatas opini publik di media sosial.
Yang pasti, unggahan mengenai AI itu berhasil memancing diskusi luas, bukan hanya tentang perkembangan teknologi kecerdasan buatan, tetapi juga mengenai cara seorang pemimpin membangun komunikasi dengan masyarakat di era digital.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini