Pengembangan energi berbasis bahan baku domestik diharapkan tidak hanya mengurangi impor. Program tersebut juga berpotensi memberikan manfaat ekonomi bagi petani dan sektor perkebunan nasional.
Di sisi lain, pemerintah menjelaskan bahwa perubahan harga BBM nonsubsidi dipengaruhi oleh kondisi pasar internasional. Faktor geopolitik global menjadi salah satu penyebab utama fluktuasi harga.
"Kalau soal BBM, faktor dari luar negeri sangat besar karena de facto kita memang masih bergantung pada pasar global," jelasnya.
Pemerintah menyoroti ketegangan yang terjadi di kawasan Timur Tengah sebagai salah satu faktor yang memengaruhi harga minyak dunia. Kawasan tersebut memiliki peran penting dalam rantai pasok energi global.
Meski demikian, pemerintah memastikan masyarakat pengguna BBM bersubsidi tidak perlu khawatir. Harga Pertalite disebut tetap dipertahankan untuk menjaga daya beli masyarakat.
Melalui kombinasi kebijakan subsidi dan pengembangan energi berbasis sumber daya domestik, pemerintah menargetkan penguatan ketahanan energi nasional. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mengurangi ketergantungan impor sekaligus memperkuat kemandirian energi Indonesia pada masa mendatang.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!