SketsaNusantara.id - Video yang memperlihatkan personel TNI berada di tengah aksi mahasiswa mendadak menjadi sorotan publik.
Rekaman tersebut menyebar luas di media sosial dan memunculkan pertanyaan mengenai alasan keterlibatan prajurit dalam pengamanan unjuk rasa di Jakarta Pusat.
Peristiwa itu terjadi saat elemen mahasiswa menggelar aksi demonstrasi di kawasan Bundaran HI. Dalam video yang beredar, tampak sejumlah personel TNI berada di jalur massa aksi ketika demonstran sedang berjalan.
Munculnya rekaman tersebut memancing perhatian warganet. Tidak sedikit yang mempertanyakan dasar pengerahan prajurit militer dalam kegiatan pengamanan demonstrasi yang selama ini identik menjadi tanggung jawab kepolisian.
Menanggapi sorotan tersebut, Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Brigjen TNI Muhamad Nas memberikan penjelasan. Ia menyampaikan bahwa keberadaan personel TNI dalam pengamanan aksi mahasiswa dilakukan berdasarkan mekanisme perbantuan kepada aparat kepolisian.
Menurut Nas, pengamanan demonstrasi tetap menjadi tugas utama Polri. TNI hanya memberikan dukungan setelah adanya permintaan bantuan dari pihak kepolisian.
Nas menjelaskan bahwa keterlibatan prajurit dalam kegiatan tersebut tidak mengubah peran utama aparat kepolisian sebagai penanggung jawab pengamanan lapangan. Karena itu, personel Polri tetap berada di posisi terdepan selama pelaksanaan pengamanan berlangsung.
"Adapun pengerahan TNI atas dasar permintaan untuk membantu. Artinya tetap polisi di depan," pungkas Nas.
Pernyataan itu disampaikan untuk menjelaskan kehadiran prajurit TNI yang menjadi perhatian publik setelah video di lokasi aksi menyebar luas. Mabes TNI menegaskan bahwa pengerahan tersebut merupakan bentuk dukungan kepada aparat kepolisian yang bertugas mengamankan jalannya demonstrasi.
Sebagai informasi, aksi unjuk rasa tersebut berlangsung di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Jumat, 12 Juni 2026. Massa yang hadir terdiri dari berbagai elemen mahasiswa yang menyampaikan aspirasi mereka melalui demonstrasi di ruang publik.
Di tengah jalannya aksi, sejumlah peserta demonstrasi menyoroti keberadaan personel TNI di sekitar lokasi. Sorotan itu semakin menguat setelah beredar rekaman yang memperlihatkan prajurit menghalangi pergerakan massa ketika mereka sedang berjalan.
Video tersebut kemudian menyebar cepat di berbagai platform media sosial. Dalam waktu singkat, rekaman itu menjadi bahan perbincangan luas dan memunculkan berbagai tanggapan dari masyarakat.