"Laporan yang belum dikonfirmasi sedang beredar bahwa Facebook mungkin telah menjadi sasaran insiden peretasan besar-besaran. Meta belum mengonfirmasi cakupan penuh dari apa yang sedang terjadi," tulis akun X @morgenhatton.
Unggahan tersebut dengan cepat menyebar dan memicu kekhawatiran publik terkait kemungkinan kebocoran data pribadi maupun akses tidak sah ke akun pengguna.
Meta Ungkap Penyebab Gangguan
Menanggapi situasi tersebut, juru bicara Meta, Andy Stone, memberikan klarifikasi dan menyadari adanya masalah yang dialami sejumlah pengguna layanan Meta.
Melalui akun X miliknya, Andy menyatakan bahwa pihaknya sedang berupaya memulihkan gangguan yang terjadi secepat mungkin agar para pengguna bisa mengakses layanan dengan normal.
"Kami mengetahui bahwa beberapa orang mengalami kesulitan mengakses layanan kami. Kami sedang berupaya mengembalikan keadaan senormal mungkin secepatnya," tulis Andy Stone dikutip SketsaNusantara.id dari unggahan akun X @andymstone pada hari Jumat, 12 Juni 2026.
"Kami akan kembali, meskipun mungkin butuh sedikit waktu agar semuanya sepenuhnya kembali normal," pungkasnya.
Tak lama kemudian, kekhawatiran publik pun akhirnya terjawab. Dalam penjelasan resminya, Meta menyebut gangguan global tersebut disebabkan oleh masalah teknis internal, bukan akibat serangan siber.
Perusahaan teknologi multinasional asal Amerika Serikat itu menjelaskan bahwa insiden bermula saat tim teknis melakukan pembaruan rutin pada sistem server.
Dalam proses tersebut terjadi kesalahan konfigurasi jaringan yang mengganggu lalu lintas data antar-pusat data global milik Meta.
Kesalahan tersebut menyebabkan jalur komunikasi antara server utama tidak berjalan sebagaimana mestinya. Hal inilah yang membuat berbagai permintaan dari pengguna, seperti login, memuat beranda, mengunggah konten, maupun mengirim pesan, gagal diproses.
Akibatnya, jutaan pengguna di berbagai negara mendapati akun Facebook dan Instagram mereka keluar secara otomatis, sementara sebagian lainnya menerima pesan kesalahan seperti "An Unexpected Error Occurred", "Query Error", atau "Something Went Wrong".
Di Indonesia, sejumlah pengguna juga mengeluhkan unggahan Instagram Story yang berhenti di angka 95 persen, tombol suka (like) yang tidak berfungsi, hingga beranda yang menampilkan pesan "Gagal Memperbarui Umpan".