SketsaNusantara.id – Anggota DPD RI asal Bali, Ni Luh Djelantik, kembali melontarkan kritik keras terhadap kondisi ekonomi Indonesia yang belakangan menjadi sorotan publik.
Di tengah polemik yang muncul pasca-terungkapnya kasus dugaan korupsi di lingkungan Badan Gizi Nasional (BGN), tokoh publik yang akrab disapa Mbok Niluh itu menyoroti melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang kini telah menembus angka Rp18.054 per dolar.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Ni Luh mempertanyakan sikap pemerintah yang dinilainya belum memberikan penjelasan kepada masyarakat terkait kondisi ekonomi yang sedang dihadapi masyarakat saat ini.
Menurutnya, pelemahan nilai tukar rupiah bukan persoalan sepele karena berdampak langsung terhadap berbagai aspek kehidupan masyarakat.
Baca Juga: Purbaya Sebut Pelemahan Rupiah Belum Ganggu Ekonomi, Netizen: Harga-Harga Sudah Naik Pak!
"Semua unsur kehidupan di Indonesia dipengaruhi oleh rate dollar. Buzzer dilarang komen. Hari ini tembus Rp18.000 per 1 USD. Peringkat terburuk di Asia, negara ini keliru pengelolaannya," tulis Ni Luh dalam unggahannya dikutip SketsaNusantara.id dari unggahan akun Instagram @niluhdjelantik pada hari Kamis, 4 Juni 2026.
Senator berusia 50 tahun itu juga secara terbuka meminta pemerintah untuk menyampaikan pertanggungjawaban kepada masyarakat terkait situasi yang terjadi saat ini.
"Halo pemerintah, mana pertanggungjawaban kalian? Mana statement kalian? Mana langkah konkret kalian? Rakyat berhak tahu. Rakyat berhak meminta pertanggungjawaban karena kalian digaji oleh keringat dan air mata mereka," tandasnya.
Unggahan tersebut langsung mendapat perhatian luas dari warganet. Ribuan pengguna media sosial turut menyampaikan keresahan mereka mengenai kondisi ekonomi yang dirasakan semakin berat.
Sebagian besar warganet menyoroti meningkatnya harga berbagai kebutuhan sehari-hari yang dinilai semakin membebani masyarakat.
Tak sedikit pula yang ikut terdampak pelemahan nilai tukar rupiah yang beresiko terhadap dunia usaha dan ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) di berbagai sektor industri.
"Sedih, sakit hati rasanya Mbok. Katanya dulu kampanye dijanjikan 19 juta lapangan kerja, tapi yang ada malah rupiah hampir tembus Rp19.000 per dolar. PHK di mana-mana, hancur lah sudah hidup kami lama-lama kalau kondisinya begini terus," tulis salah seorang warganet.
Warganet lainnya juga menyampaikan kekecewaan terhadap kondisi yang mereka rasakan saat ini.