SketsaNusantara.id – Upaya memperkuat regenerasi relawan kemanusiaan terus dilakukan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember. Salah satunya melalui pelaksanaan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Kepalangmerahan bagi anggota baru Korps Sukarela (KSR) PMI Unit STIA Pembangunan Jember yang digelar di Aula Markas PMI Kabupaten Jember, Jumat (5/6/2026).
Sebanyak 12 mahasiswa dari semester 2 dan semester 4 mengikuti kegiatan tersebut. Mereka mendapatkan berbagai materi dasar yang menjadi fondasi penting bagi setiap relawan PMI sebelum terjun ke tengah masyarakat.
Diklat berlangsung sejak pagi hingga malam hari dengan menghadirkan sejumlah pemateri yang berpengalaman di bidang kepalangmerahan dan kebencanaan. Materi yang diberikan tidak hanya memperkenalkan organisasi PMI, tetapi juga membangun pemahaman peserta mengenai nilai-nilai kemanusiaan yang menjadi ruh Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional.
Peserta memperoleh pembekalan tentang sejarah dan perkembangan Gerakan Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah, tujuh prinsip dasar gerakan, komunikasi dan advokasi dasar, konsep manajemen bencana, hingga pemahaman mengenai situasi bencana dan konflik.
Selain itu, peserta juga diajak memahami bagaimana prinsip-prinsip kemanusiaan diterapkan dalam berbagai aktivitas relawan di lapangan. Materi tersebut disampaikan oleh sejumlah narasumber dari kalangan KSR perguruan tinggi di Jember.
Ketua KSR PMI Unit STIA Pembangunan Jember, Ika Iza Afcarina, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari proses kaderisasi untuk menyiapkan relawan yang memiliki integritas dan pemahaman kuat tentang kepalangmerahan.
Baca Juga: Unik dan Ramah Lingkungan, PMI Jember Kemas Daging Kurban Idul Adha dengan Besek Bambu
“Diklat ini menjadi langkah awal bagi anggota baru untuk mengenal lebih dalam tentang PMI dan dunia kerelawanan. Kami ingin mereka tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki semangat pengabdian dan kepedulian terhadap sesama,” ujarnya.
Menurut Ika, tantangan kemanusiaan saat ini semakin kompleks sehingga dibutuhkan relawan muda yang memiliki kemampuan dasar, sikap profesional, dan mampu bekerja sesuai prinsip-prinsip organisasi.
“Relawan PMI harus siap hadir ketika masyarakat membutuhkan bantuan. Karena itu, pembekalan seperti ini sangat penting agar mereka memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan dasar sebelum terlibat dalam berbagai kegiatan kemanusiaan,” tambahnya.
Baca Juga: Kakak Kandung Anang Hermansyah Resmi Pimpin UDD PMI Jember, Fokus Kejar Sertifikasi CPOB BPOM
Sementara itu, Ketua PMI Kabupaten Jember, Zainollah, S.Pd, memberikan apresiasi terhadap antusiasme mahasiswa yang memilih bergabung menjadi bagian dari keluarga besar PMI.
Ia menilai keberadaan generasi muda menjadi faktor penting dalam menjaga kesinambungan misi kemanusiaan yang selama ini dijalankan PMI di berbagai bidang, mulai dari penanggulangan bencana, pelayanan sosial, hingga edukasi kesehatan masyarakat.