SketsaNusantara.id — Ujian Munaqasah Tahfiz Al-Qur'an dan Hadis Pilihan, sukses dilaksanakan SMK Dwija Bhakti 2 Jombang pada Kamis 4 Juni 2026. Kegiatan ditujukan bagi peserta didik kelas X dan XI. Hafalan hadis merujuk pada kitab Arbain An-Nawawi.
Wakil Kepala Bidang Kesiswaan sekaligus Ketua Pelaksana, Rubianto, S.T., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan penentu kelulusan akademik akhir semester.
Ujian munaqasah tahfiz Al-Qur'an dan Hadis pilihan ini dilaksanakan selama satu minggu, terhitung dari tanggal 4 hingga 11 Juni 2026.
"Kegiatan ini menjadi salah satu tahapan penting dalam mengukur capaian hafalan peserta didik di akhir semester sebagai syarat kenaikan kelas," ujarnya.
Ustadz Achmad Mufid, S.Pd.I., selaku Penguji Al-Qur'an dan Guru Pendidikan Agama Islam (PAI), menyoroti kesiapan mental para siswa dalam menghadapi rangkaian ujian yang panjang. Ujian munaqasah berlangsung dengan suasana khidmat, tertib, dan penuh dengan kesungguhan.
"Para peserta didik diuji secara langsung terkait kelancaran hafalan, ketepatan bacaan, serta ketajaman makharijul huruf dan tajwidnya," papar Mufid.
Di sela-sela acara, Kepala SMK Dwija Bhakti 2 Jombang, Musa Efendi, S.Pd., M.M., menjelaskan landasan pelaksanaan program keagamaan tersebut.
"Sebagai program unggulan sekolah, ujian munaqasah tahfiz Al-Qur'an dan Hadis pilihan ini adalah puncak dari satu rangkaian kegiatan intra sekolah Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ) yang sudah terlaksana lebih kurang tiga tahun di SMK Dwija Bhakti 2 Jombang," jelas Musa.
Kualitas pengujian dijaga ketat oleh tim dewan juri yang kompeten. Turut menguji para siswa adalah Ustadz Hafiz Ali Ashar, S.Pd.I., guru PAI sekaligus alumnus Pondok Pesantren Madrasatul Qur’an Tebuireng yang dikenal tegas dalam standar hafalan. Jajaran penguji lainnya meliputi Ustadz Lutfi Aziz, S.Pd.I. (Pembimbing Tetap BTQ), serta Ustadz Nurudin, S.Pd.I. dan Ustadz Nuril Anwar, S.Pd.I. dari Unit Tahfiz Al-Qur'an SMK Dwija Bhakti 2 Jombang.
Pelaksanaan ujian ini tidak sekadar menjadi rutinitas evaluasi akademik semesteran, melainkan momentum esensial untuk pembinaan ruh dan penguatan karakter Qur'ani.
"Peserta didik diharapkan tidak hanya sekadar lulus secara administratif, tetapi mampu membawa keberkahan Al-Qur'an sebagai bekal integritas di masa mendatang", pungkas Lutfi.***