“Kunjungan kenegaraan Presiden ke Prancis sudah diumumkan oleh Menteri Luar Negeri kita, Pak Sugiono, bahkan semenjak tanggal 22 April 2026,” kata Qodari.
Di luar agenda resmi, pemerintah juga menyinggung hubungan personal antara Prabowo dan Macron. Menurut Qodari, kedekatan tersebut menjadi modal sosial yang dapat mendukung penguatan hubungan kedua negara.
Pemerintah menilai hubungan personal antarpemimpin memiliki peran penting dalam membangun komunikasi dan mempercepat kerja sama internasional. Faktor tersebut disebut melengkapi modal ekonomi maupun politik yang dimiliki masing-masing negara.
Qodari juga menyampaikan bahwa Prabowo memiliki hubungan baik dengan sejumlah pemimpin dunia lainnya. Beberapa nama yang disebut antara lain Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Amerika Serikat Donald Trump, serta Presiden China Xi Jinping.
Menurut pemerintah, hubungan yang terjalin dengan berbagai pemimpin dunia tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Indonesia dalam membangun kerja sama internasional di berbagai sektor.
Melalui kunjungan ke Prancis, pemerintah berharap berbagai agenda yang dibahas dapat memperluas peluang kerja sama dan memberikan manfaat bagi kepentingan nasional Indonesia pada masa mendatang.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!