SketsaNusantara.id - Hariadi tampak sibuk beraktivitas di toko berbagai macam kebutuhan pokok miliknya, di Desa Watugaluh, Kecamatan Diwek, Jombang, Jawa Timur. Mulai dari menata barang, melayani pembeli, lalu mengantar barang pesanan. Aktivitas tersebut menjadi irama keseharian bagi laki-laki 42 tahun ini.
Toko Pojok Jaya, demikian ia memberi nama tempat usahanya itu, cukup ramai dikunjungi pembeli. Selain berdekatan dengan pondok pesantren besar, letaknya juga strategis. Sesuai namanya, toko milik Hariadi berada di pojok desa dan mudah diakses pengguna jalan.
Ia bersyukur, usaha perdagangan yang dikembangkan terus mengalami peningkatan. “Yang penting telaten melayani pembeli,” kata Hariadi mengawali pembicaraan, akhir pekan lalu.
Bagi Hariadi, kejelian dalam berdagang juga mutlak sebagai kunci agar tidak mengalami kerugian. Di samping itu, ia terus membaca peluang agar toko yang ia kelola terus dikunjungi pelanggan.
Sebagai mitra BRI melayani warga
Hal utama sebelum ia bergabung sebagai Agen BRILink adalah menangkap peluang usaha yang berkaitan dengan digitalisasi. Di samping itu, peluang yang mendukung adalah setiap hari ada puluhan orang yang datang di tokonya. Namun ia mengaku, saat ada tawaran dari mantri BRI Unit Diwek, ia tidak lantas menyetujuinya.
“Saya perlu mempelajari terlebih dahulu bagaimana menjalankan transaksi keuangan sebagai Agen BRILink,” ujarnya.
Atas tawaran tersebut, ia menyimpulkan era digitalisasi menjadi hal yang tidak bisa dihindari pada zaman sekarang. Setelah mempelajari mengenai penggunaan mesin EDC (elektronic data capture), ia bergabung sebagai Agen BRILink.
“Sebelum buka, saya terus belajar kepada petugas BRI. Baru pada tahun 2022 gabung Agen BRILink,” ujar Hariadi.
Mengawali sebagai Agen BRILink, ia dibantu pemasaran oleh BRI Unit Diwek. Ia mengungkapkan, nasabah yang melakukan layanan keuangan di kantor unit sebagian diarahkan ke agennya. “Jadi kalau bisa diyani di sini, BRI unit mengarah sebagian nasabah ke Agen BRILink,” ujar suami dari Linda Wahyuni (40) ini.
Adanya usaha baru tersebut, perwajahan toko milik Hariadi berubah. Seperti layaknya kantor bank, ia kini juga memberi layanan segala macam transaksi keuangan. Ia senang dengan aktivitas baru tersebut. Selain mendapat keuntungan atas jasa sebagai Agen BRILink, dirinya merasa telah banyak membantu warga sekitar.
“Kalau fee jelas ada. Tapi dengan adanya BRILink ini warga tidak harus ke kantor unit. Selain jaraknya lumayan jauh, di kantor unit sering antri, dan itu lama,” ucap Hariadi.