news

Misteri Kematian Satu Keluarga Asal Ambarawa di Tenda Camping Temanggung, Ini Kronologi Lengkap Menurut Polisi

Jumat, 29 Mei 2026 | 09:30 WIB
Suasana glamping di Posong (Instagram @mirasdiaries)

Pada Rabu, 27 Mei 2026 (Pukul 11.45 WIB), keluarga ini memasuki waktu check-out, petugas kembali mendatangi tenda untuk mengingatkan para korban karena area perkemahan akan segera dibersihkan.

Petugas memanggil berulang kali, tetapi kondisi di dalam tenda tetap hening tanpa respons sedikit pun.

Merasa ada yang tidak beres karena sudah lewat beberapa jam dari waktu check-out, petugas wisata memutuskan untuk membuka resleting atau pintu tenda secara paksa. 

Saat itulah petugas terkejut melihat keempat korban sudah terbujur kaku di dalam tenda dalam kondisi meninggal dunia. Pihak pengelola wisata langsung melaporkan temuan tersebut ke Polsek terdekat dan Polres Temanggung.

Tim Identifikasi Polres Temanggung bersama Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Tengah langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). 

Dari pemeriksaan medis awal, terdapat indikasi gejala fisik berupa mulut berbusa pada korban serta kondisi hipotermia.

Polisi mengantongi dua dugaan sementara terkait penyebab kematian:

1. Dugaan pertama, keracunan makanan

Polisi mengamankan sejumlah sampel sisa makanan berupa hidangan daging barbeque yang dibawa sendiri oleh korban dari rumah untuk diuji di Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jateng.

2. Dugaan kedua, keracunan gas portable

Selain makanan, polisi memeriksa peralatan masak portabel milik korban. Diduga ada kebocoran gas atau gas pembuangan dari alat masak yang terhirup oleh seluruh anggota keluarga di dalam ruang tenda yang tertutup rapat, memicu akumulasi gas karbon monoksida yang mematikan.

Hingga saat ini, pihak kepolisian menegaskan tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik atau luka pada tubuh keempat korban.

Untuk memastikan secara mutlak penyebab kematian, seluruh jenazah telah dievakuasi ke RSUD Temanggung guna menjalani proses autopsi oleh kedokteran forensik. 

Polisi juga telah memeriksa empat orang saksi dari pihak pengelola wisata untuk mendalami peristiwa tragis ini.*** 

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!

Halaman:

Tags

Terkini