Beberapa daerah yang menjadi lokasi kegiatan antara lain Kabupaten Alor dan Belu. Selain itu terdapat Kabupaten Ende, Flores Timur, hingga Kabupaten Kupang.
Program HLUN juga berlangsung di Kabupaten Lembata, Malaka, dan Manggarai Barat. Sejumlah wilayah lain seperti Sikka dan Sumba Timur juga masuk daftar lokasi.
Kegiatan turut digelar di Kota Kupang sebagai bagian dari rangkaian nasional HLUN 2026. Pemerintah berharap layanan tersebut menjangkau lebih banyak lansia di berbagai wilayah.
Sejarah HLUN sendiri berkaitan dengan tokoh nasional Dr. KRT Radjiman Wedyodiningrat. Ia memimpin sidang pertama BPUPKI pada 29 Mei 1945.
Radjiman menjadi anggota tertua BPUPKI saat proses persiapan kemerdekaan Indonesia berlangsung. Ia dikenal menggagas pentingnya dasar filosofis negara Indonesia.
Atas jasa dan keteladanannya, Hari Lanjut Usia Nasional kemudian ditetapkan pada 29 Mei. Penetapan tersebut dilakukan Presiden Soeharto pada 1996 di Semarang.
Pemerintah juga memperkuat perlindungan lansia melalui berbagai regulasi nasional. Salah satunya Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia.
Selain itu terdapat Peraturan Presiden Nomor 88 Tahun 2021 tentang Strategi Nasional Kelanjutusiaan. Regulasi tersebut menegaskan pentingnya perlindungan dan pemberdayaan lansia.
HLUN 2026 mengusung tema “Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh”. Tema tersebut mengajak masyarakat melihat lansia sebagai bagian penting pembangunan bangsa.
“Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh” juga menekankan pentingnya ruang bagi lansia tetap aktif. Pemerintah berharap lansia dapat hidup sehat, mandiri, dan terus terlibat dalam kehidupan sosial masyarakat.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!